Breaking News:

Berita Kota Batu

Dugaan Korupsi FP Akibatkan 15 Program Masyarakat Desa Bulukerto Kota Batu Terbengkalai

Dugaan korupsi yang dilakukan FP mengakibatkan 15 program masyarakat Desa Bulukerto Kota Batu terbengkalai akibat anggaran yang tidak tersalurkan.

TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Kaur Keuangan yang merangkap Bendahara Desa Bulukerto, FP ditahan oleh Kejaksaan Negeri Batu karena kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp 338 juta, 2021. 

Reporter: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Pemerintah Desa Bulukerto, Kota Batu, FP, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Negeri Kota Batu, ternyata telah mendapat peringatan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, jauh sebelum dirinya ditetapkan tersangka dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IA Lowokwaru, Kota Malang.

Pemkot Batu melalui Inspektorat telah memanggil FP untuk mendapatkan pembinaan.

Inspektorat menemukan ada 15 program terbengkalai akibat anggaran yang tidak tersalurkan sesuai peruntukannya.

Inspektur Inspektorat Kota Batu, Sugeng Mulyono mengatakan, beberapa program yang belum tersalurkan di antaranya dana pembinaan PKK sebesar Rp 79 juta, operasi hari raya besar sebesar Rp 10 juta, operasional RT/RW sebesar Rp 30 juta, pengadaan Sarpras TPQ sebesar Rp 31 juta. Total anggaran yang belum tersalurkan dari 15 program itu sebanyak Rp 338 juta.

"Kami sudah memberikan peringatan sejak 2020. Jauh sebelum kasus ini masuk ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu. FP sudah kami panggil dan wanti-wanti untuk segera mengembalikan uang kepada yang berhak,” ujar Sugeng.

Baca juga: Nikah Lagi Tanpa Izin Istri Sah, Kejari Kota Batu Ajukan Permohonan Pembatalan Perkawinan

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021, Polresta Malang Kota Akan Dirikan Pos Penyekatan di Exit Tol Madyopuro

Inspektorat sejatinya akan melakukan pendampingan untuk proses pengembalian uang yang telah digunakan secara pribadi oleh FP. Namun, prosesnya tidak berjalan hingga akhirnya FP ditahan di Lapas Klas IA Lowokwaru, Kota Malang.

"FP hanya memberikan janji akan mengembalikan uang tersebut dengan cara menjual sejumlah asetnya," paparnya.

Inspektorat mencium adanya dugaan tindak pidana korupsi berdasarkan laporan dari masyarakat. Laporan itu menyebutkan adanya tindak penyimpangan penggunaan anggaran dana desa di Pemdes Bulukerto.

“Atas peristiwa ini, kami berkomitmen meningkatkan intensitas pengawasan penyaluran anggaran dana desa di Kota Batu," ujar Sugeng.

Baca juga: Tambahan Penghasilan Pegawai PNS Pemkot Batu Diprediksi Akan Cair Mei 2021

Baca juga: Minuman Susu Kurma Produksi Ibu Muda Kota Blitar Ini Laris Saat Ramadan, Cocok Jadi Menu Buka Puasa

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved