Berita Gresik
Cegah Covid-19 Varian Delta India Masuk Gresik, Tokoh Agama Bakal Digandeng Sosialisasikan Prokes
Antisipasi varian baru Covid-19 Delta India tidak masuk Gresik. Bupati Fandi Akhmad Yani berencana gandeng tokoh agama, sosialisasi prokes.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Hefty Suud
Reporter: Willy Abraham | Editor: Heftys Suud
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menggandeng semua elemen untuk bahu membahu menekan kurva penyebaran virus Corona ( Covid-19 ) yang mengalami tren kenaikan.
Setelah merapatkan barisan bersama 17 rumah sakit rujukan pasien Covid-19, pihaknya berencana menggandeng para tokoh agama di Gresik.
Para tokoh agama akan diminta langsung untuk membantu mensosialisasikan protokol kesehatan (prokes).
Terutama mengurangi kerumunan, sebab, gejala varian baru Covid-19 Delta B.1.617.2 atau varian Delta India lebih cepat menyebar.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia varian delta menyebar enam kali lebih cepat dibanding varian sebelumnya.
Baca juga: Forkopimda Gresik Rapatkan Barisan Bersama Rumah Sakit Rujukan Antisipasi Covid-19
“Kami juga berencana menggandeng tokoh agama untuk membantu mensosialisasi protokol kesehatan di masyarakat. Mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini reda dan kita bisa kembali normal,” terangnya.
Varian baru memang masih belum ditemukan di Gresik, namun Gus Yani sapaan akrab Bupati, telah melakukan antisipasi dengan berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kemudian berkoordiansi dengan daerah tetangga Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kabupaten Lamongan yang mengalami tren kenaikan.
“Kami ikut waspada mudah-mudahan tidak ada varian baru yang masuk ke Gresik,” tambahnya.
Gus Yani menegaskan PPKM Mikro yang diterapkan saat ini efektif membantu menekan penyebaran Covid-19.
Penanganan di tingkat desa dengan menyediakan ruang isolasi desa yang tercantum di dalam PPKM Mikro sudah berjalan.
Dia menyebut ruang isolasi di tingkat desa di wilayah Desa Wedani yang telah siap menampung pasien Covid-19 dengan gejala ringan, sehingga tidak langsung dirujuk ke rumah sakit.
Langkah ini merupakan langkah awal untuk menekan angka keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit rujukan yang hamper penuh di Gresik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/fandi-akhmad-yani-di-gejos.jpg)