Apotek Online Lifepack
Mengetahui Penyebab, Gejala dan Rekomendasi Obat Asam Lambung
Mengetahui berbagai penyebab, gejala dan rekomendasi obat asam lambung. Hindari makan terlalu banyak sekaligus.
Gejala yang ditimbulkan saat naiknya asam lambung, tentu saja akan membuat penderitanya merasa tak nyaman. Apalagi jika gejalanya tersebut dialami dengan rutin setiap minggunya. Pengonsumsian obat asam lambung berikut ini merupakan salah satu cara untuk mengatasi dan meredakan gejala naiknya asam lambung.
1. Antasid
Rekomendasi obat asam lambung yang pertama adalah antasid. Obat satu ini terbilang sangat tersohor untuk mengatasi kenaikan asam lambung. Antasid bekerja dengan cara menetralisir cairan asam yang berada di esofagus dan lambung, serta menghentikan rasa nyeri terbakar yang timbul di ulu hati.
Perlu diperhatikan bahwa penggunaan antasid dalam jangka panjang dapat memicu timbulnya efek samping seperti diare dan penumpukan magnesium. Magnesium yang berlebihan dalam tubuh akan sangat berbahaya, khususnya bagi orang dengan gangguan ginjal. Bagi Anda yang butuh mengonsumsi antasid selama lebih dari 2 minggu, baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter.
2. Antagonis H2
Pengonsumsian obat yang tergolong sebagai antagonis H2 atau dikenal juga dengan istilah H2 blockers juga merupakan cara mengatasi asam lambung. Pengonsumsian obat-obatan yang tergolong sebagai antagonis H2 ini, akan bisa mengurangi jumlah asam dalam lambung. Obat-obatan ini bekerja dengan cara menghambat terjadinya sekresi asam di lambung.
Setelah pengonsumsiannya, obat ini akan bisa menunjukkan efek dalam jangka waktu 8 hingga 12 jam. Munculnya efek obat ini terbilang lebih lama dibandingkan dengan efek yang ditimbulkan oleh antasid yang bisa terasa hanya dalam waktu beberapa menit saja. Obat-obatan yang tergolong ke antagonis H2 ini seperti cimetidine, famotidine, dan nizatidine.
3. Penghambat Pompa Proton (PPI)
Selanjutnya, obat yang direkomenasikan untuk mengatasi naiknya asam lambung adalah kelompok obat penghambat pompa proton atau dikenal sebagai proton pum inhibitors (PPI). Pengonsumsian obat ini akan menghambat jenis protein yang dibutuhkan untuk memproduksi asam lambung.
Ada banyak obat-obatan yang tergolong ke dalam jenis obat PPI ini. Obat-obatan tersebut di antaranya adalah dexlansoprazole, esomeprazole, lansoprazole, omeprazole, pantoprazole, dan rabeprazole. Perlu diketahui bahwa pengonsumsian obat PPI ini bisa menimbulkan efek samping seperti diare, mual, muntah, sakit kepala, dan sakit perut.
4. Prokinetik
Obat-obatan yang tergolong dalam kelompok obat prokinetik juga terbilang ampuh untuk mengatasi kenaikan asam lambung. Pada beberapa kasus, pengonsumsian obat ini dapat membantu untuk mengosongkan lambung, sehingga hanya akan sedikit asam lambung yang tersisa.
Pengonsumsian obat prokinetik ini juga akan membantu meredakan gejala yang ditimbulkan oleh gangguan asam lambung seperti mual, muntah, dan kembung. Beberapa contoh obat yang tergolong ke dalam jenis obat prokinetik ini adalah domperidone dan metoclopramide. Perlu diketahui bahwa obat prokinetik ini sendiri tak begitu sering dikonsumsi.
Itulah tadi informasi mengenai penyebab, gejala, serta rekomendasi obat asam lambung, untuk bisa mengatasinya dan meredakan ragam jenis gejala yang ditimbulkannya. Selain dengan mengonsumsi obat-obatan, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat juga menjadi salah satu kunci untuk meredakan gejala gangguan asam lambung ini.
“Bila menderita asam lambung, sebaiknya hindari makan terlalu banyak sekaligus, dan setelah makan jangan langsung berbaring, beri jeda sekitar tiga jam,” ujar dr Irma Lidia, tim dokter Lifepack, Minggu (8/8/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/gejala-dan-rekomendasi-obat-asam-lambung-ilustrasi-asam-lambung-ilustrasi-nyeri-di-ulu-hati.jpg)