Breaking News:

Berita Gresik

Petani di Gresik Ngaku Anggota Interpol, Buka Rekrutmen Abal-abal dan Tipu Warga Ratusan Juta Rupiah

Tiga anggota interpol gadungan diamankan petugas di Koramil Kedamean. Ada warga desa menjual tanah untuk anggota baru untuk mendaftar membayar

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Willy Abraham
Suhardi (kiri) dan Suko (kanan) mengaku anggota Interpol di Koramil Kedamean, Kabupaten Gresik, Selasa (26/10/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Tiga anggota interpol gadungan diamankan petugas di Koramil Kedamean.

Ada warga desa menjual tanah untuk anggota baru untuk mendaftar membayar Rp 200 juta untuk menjadi anggota interpol.

Sepak terjang Suko Hariyono (47) dan Suhardi sebagai interpol gadungan ini langsung diamankan.

Meski di dalam kantor Koramil, keduanya bersikukuh menjadi anggota Task Force Internasional Indonesia Divisi XIII Interpol Asia Pasific.

Mereka diduga mencoba merekrut anggota dengan biaya ratusan juta untuk bergabung. Suko posisi jabatan sebagai Serka (Sersan Kepala). Suko Hariyono tidak sendiri. Dua anggota pelaku interpol gadungan juga ikut diamankan. Yakni Rio Anggara warga Turirejo, anak dari Suko Hariyono dan Suhardi warga Ngepung Kedamean, paman dari Suko Hariyono.

Baca juga: Hendak Menyalip Truk, Pemotor Asal Jombang Adu Moncong dengan Motor, Terjatuh dan Ditabrak Truk

Suko dan Suhardi adalah seorang petani asal Desa Turirejo, Kedamean Gresik. Sedangkan Rio Anggara adalah seorang karyawan pabrik di Menganti.

Ketiganya yang merupakan satu keluarga, mereka kemana-mana membawa kartu anggota yang tertera dengan lambang TNI dan mengaku berkantor di Jalan Istana Merdeka.

Pria lulusan SMA paket C itu memiliki seragam lengkap beserta kartu anggota. Kartunya ada yang berwarna putih dan hitam. Seragamnya, berbentuk kaos berkerah dengan tulisan Komando Divisi XIII Interpol Asia Pacific dengan dibordir.

Jika berhasil merekrut anggota, mereka akan menerima gaji sebesar Rp 9 juta perbulan. Namun selama 4 tahun dirinya bergabung dengan Interpol-interpol an tak pernah merasakan gaji sepeserpun. Dengan lantang, dia yakin jika gaji itu akan dibayar selama dia mengabdi jika terus merekrut anggota.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved