Berita Jember

Tega, Pasutri di Jember Tipu Pedagang Pasar, Beli Seikat Sayur Pakai Uang Palsu Rp 100 Ribu

Polisi menangkap pasangan suami istri pengedar uang palsu di Kecamatan Umbulsari, Jember. Pasangan suami istri itu adalah Ahmad Masduki (43) dan Enik

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Ndaru Wijayanto
Polsek Umbulsari
Pasutri tersangka peredaran uang palsu di Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember. Modusnya belanja seikat sayur di pasar pakai uang palsu Rp 100 ribu 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Polisi menangkap pasangan suami istri pengedar uang palsu di Kecamatan Umbulsari, Jember.

Pasangan suami istri itu adalah Ahmad Masduki (43) dan Enik Sudarwati (41), warga Desa Cakru Kecamatan Kencong. Keduanya diamankan warga ketika mengedarkan uang di Pasar Umbulsari.

Kapolsek Umbulsari Iptu M Luthfi membenarkan penangkapan tersebut. "Keduanya diamankan warga, kemudian warga melapor ke kami dan kami merapat untuk mengamankan keduanya," ujar Luthfi, Senin (25/7/2022).

Luthfi menceritakan penangkapan pasutri tersebut, bermula dari laporan pedagang di Pasar Umbulsari, Sabtu (23/7/2022) kemarin.

Keduanya menyasar pedagang sayur. Keduanya membeli seikat sayur memakai uang selembar 100 ribu.

Baca juga: Tawarkan Uang Palsu di Facebook, Pria Surabaya Diringkus Polisi, Polisi Ungkap Keuntungan Pelaku

Sehari sebelumnya, sudah beredar kabar, seorang pedagang mendapati selembar uang palsu dari pembeli. Kabar itu akhirnya tersiar ke antar pedagang.

Sampai akhirnya, Sabtu (23/7/2022) pukul 05.00 Wib, seorang pedagang sayur curiga dengan uang lembaran 100 ribu yang dia dapat dari pembelinya.

Benar saja, setelah diteliti secara detil, uang tersebut palsu. Sampai akhirnya, pedagang itu mengejar pembeli yang ternyata pasangan suami istri. Warga kemudian lapor ke Polsek Umbulsari.

Polisi merapat ke pasar, dan mengamankan kedua orang itu. Ternyata keduanya membawa lembaran uang seratusan sebanyak delapan lembar.

Jika dilihat sekilas, uang itu setara Rp 800.000. Namun setelah diteliti semuanya palsu sehingga uang itu tidak bernilai.

Baca juga: Dua Kali Dagangan Dibayar Pakai Uang Palsu, Pedagang Sayur di Wonocolo Surabaya Hanya Bisa Pasrah

Polisi kemudian menindaklanjuti laporan warga dan temuan uang palsu itu.

"Kami kembangkan ke rumah orang tua mereka, ternyata ada lebih banyak uang palsu yakni sebanyak 14 lembar. Semuanya lembaran 100 ribuan," terang Luthfi.

Uang palsu kelompok kedua ini disita dari rumah orang tua salah satu pelaku di Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang.

Keseluruhan uang palsu yang diamankan sebanyak 22 lembar, semuanya 100 ribuan.  

Atas perbuatannya, kedua orang itu dijerat memakai Pasal 36 Jo 26 ayat (3) jo pasal 36 ayat (2) UU RI no 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun penjara.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved