Breaking News:

Berita Gresik

Rusa Bawean Terancam Punah, BKSDA Sebar 12 Camera Trap, Temukan Bekas Kaki hingga Garukan Tanduk 

Sebanyak 12 camera trap dipasang di beberapa titik gunung yang berada di Pulau Bawean. Pemasangan camera ini dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Al

Penulis: Willy Abraham | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Camera trap dipasang di Desa Pudakitbarat, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Hal ini dilakukan untuk memonitoring rusa Bawean yang terancam punah 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Sebanyak 12 camera trap disebar ke beberapa titik gunung yang berada di Pulau Bawean.

Pemasangan camera ini dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)  Jatim bersama BKSDA Resor Bawean. 

Camera trap dipasang di pohon. Dengan cara ditali. Langkah ini untuk monitoring populasi rusa Bawean (Axis kuhlii) yang terancam punah. 

Seperti di area gunung Desa Pudakitbarat. Petugas mendapati jejak bekas kaki dan kotoran rusa. Hal ini menandakan keberadaan rusa luar Bawean masih terjaga. 

Kemudian ada bekas tanaman rumput di sekitar gunung hasil dimakan rusa hingga tanaman bekas dari garukan tanduk rusa. 

Petugas juga menyusuri area sumber mata air yang menjadi tempat rusa dan babi kutil untuk minum air. 

"Ada 12 camera trap, dibagi di beberapa gunung. Mulai dari di Desa Kumalasa, Suwari dan Pudakitbarat," terangnya, Selasa (2/8/2022).

Baca juga: Penampakan Ikan Pari Manta Raksasa yang Tersangkut Jaring Nelayan Lamongan, Sampai Diangkat 15 Orang

Jumlah populasi rusa Bawean diperkirakan semakin bertambah. Jumlah rusa bawean ada 300 lebih.

Dari data BKSDA Jatim, jumlah populasi rusa liar Bawean terbanyak pada tahun 1979 ada 400 ekor. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved