Berita Probolinggo

Pemkab Probolinggo Tanggung Biaya Perawatan Seluruh Korban Akibat Insiden Jembatan Gantung Ambruk

Pemkab menanggung biaya perawatan seluruh korban luka akibat insiden jembatan gantung di Probolinggo ambruk.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Jembatan gantung penghubung desa yang ambruk saat dilintasi puluhan siswa SMPN 1 Pajarakan, Probolinggo, Jumat (9/9/2022). Pemkab Probolinggo saat ini fokus menangani korban luka akibat insiden ambruknya jembatan gantung penghubung Desa Kregenan, Kraksaan, dengan Desa Pajarakan Kulon, Pajarakan, Probolinggo. 

Setelah mendapat perawatan di puskesmas, 22 siswa diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan. 

Sedangkan 14 siswa lainnya dan seorang guru harus dirujuk ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo, karena luka yang diderita. 

Luka yang diderita antara lain nyeri, bengkak di sejumlah bagian tubuh, dan sesak napas. Bahkan, ada dua siswa yang menderita patah tulang, yakni di bagian paha dan pergelangan tangan. 

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. 

Setelah dilakukan observasi, lima pasien sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. 

Sedangkan 10 pasien lain harus dirawat intensif di RSUD Waluyo Jati. 

Dua siswa yang patah tulang rencananya akan menjalani operasi.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Probolinggo

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved