Berita Kota Malang

Curhatan Sopir Mikrolet di Malang Pasca Kenaikan Harga BBM: Sehari Hanya Dapat Rp 50 Ribu

Curhatan pilu sopir mikrolet di Kota Malang pasca kenaikan harga BBM: Penghasilan turun, sehari hanya dapat Rp 50 ribu.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Purwanto
Sopir mikrolet di Kota Malang menjadi salah satu yang terdampak cukup signifikan akibat kenaikan harga BBM bersubsidi, Jumat (23/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifky Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sopir mikrolet di Kota Malang menjadi salah satu yang terdampak cukup signifikan akibat kenaikan harga BBM bersubsidi.

Munir Nur Cholis (63) misalnya. Sopir mikrolet jurusan Arjosari-Gadang (AG) Malang ini penghasilannya mengalami penurunan setelah kenaikan harga BBM.

Sudah 41 tahun ini, Munir mengabdikan dirinya untuk menjadi sopir mikrolet.

Dia sudah mengalami beberapa kali kenaikan harga BBM, namun yang paling terasa kenaikan harganya pada tahun ini.

Pria yang tinggal di Kebonsari, Kota Malang itu, kini hanya mampu membawa uang Rp 50 ribu setiap hari.

Penghasilannya mengalami penurunan, sejak pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi pada 3 September 2022 kemarin.

"Kalau sebelum naik, saya biasanya bawa uang sekitar Rp 80-100 ribu per hari, itu bersih. Tapi sekarang Rp 50 ribu itu sudah bagus," ucapnya saat ditemui Tribun Jatim Network, usai menerima bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Malang, Jumat (23/9/2022).

Dibandingkan dengan mikrolet lainnya, AG merupakan trayek yang memiliki jalur melintasi pusat Kota Malang.

Akan tetapi, hal tersebut tidak begitu berpengaruh dengan kondisi angkutan kota saat ini.

Kata Munir, tidak sedikit rekannya sesama sopir yang kini sudah beralih profesi.

Baca juga: Daftar Tarif Angkutan Umum di Terminal Trunojoyo Sampang Usai Kenaikan Harga BBM, MPU Sampai AKAP

Sepinya penumpang, dan adanya kenaikan harga BBM ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi sopir untuk beralih profesi.

"Sekarang yang jalan sedikit. Sudah gak kayak dulu. Apalagi dengan semakin banyaknya kendaraan roda dua, penumpang semakin sepi," terangnya.

Munir menjadi satu di antara sopir lainnya yang mendapatkan bansos dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Jumat (23/9/2022).

Bansos yang didapatkan berupa satu paket sembako, uang tunai, serta menerima pembebasan pajak tahunan.

Rencananya, bansos yang dia dapatkan ini akan diberikan untuk menafkahi keluarganya.

"Saya bersyukur masih dapat bansos. Karena sekarang harga-harga naik. BBM naik, tapi penghasilan saya tetap. Sehari hanya dapat Rp 50 ribu. Dan itu sudah dipotong dengan setoran," tandasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Malang

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved