Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Surabaya

Sosok Naomi Arin Daraswasih, Perias Jenazah di Surabaya, Tabur Kebaikan untuk Keluarga yang Berduka

Profesi MUA makin menjamur. Banyak perias menyediakan jasanya untuk merias seseorang di momen penting seperti prewedding, pengantin maupun wisuda.

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Ndaru Wijayanto
ISTIMEWA
Naomi Arin Daraswasih, Perias Jenazah di Surabaya 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Profesi MUA makin menjamur. Banyak perias menyediakan jasanya untuk merias seseorang di momen penting seperti prewedding, pengantin maupun wisuda.

Jalan lain dipilih Naomi Arin Daraswasih. Perempuan asal Surabaya ini memilih khusus merias wajah orang yang sudah meninggal (mortician) sebelum dikebumikan.

Profesi yang dipilih Naomi memiliki peran penting dalam suatu proses pemakaman. Momen ini adalah momen terakhir kalinya keluarga dapat melihat orang yang mereka cintai secara fisik sebelum peti mati ditutup.

Setelah jenazah dibersihkan dan siapkan, Naomi bertanggung jawab untuk mereplikasi  penampilan seseorang semasa hidupnya. Riasan yang digunakan pada jenazah sesuai dengan penampilan semasa hidupnya.

Bukan tanpa alasan, hal ini ditujukan agar keluarga bisa dan orang yang ditinggalkan untuk tetap mengingat seseorang yang dicintainya meninggal dalam keadaan terbaiknya.

Baca juga: Inspirasi Styling High Fashion Yenni Yonas Dkk, Rias Wajah Natural dengan Aplikasi Warna Coklat Bata

“Kami sebagai perias jenazah memiliki teknik tersendiri, jangan sampai memuat mereka terlihat meninggal dalam keadaan tidak siap. Harus terlihat siap,” kata Naomi.

Merias jenazah juga tidak bisa sembarangan dilakukan. Butuh teknik khusus yang berbeda dengan merias orang yang masih hidup.

Merias jenazah yang sudah meninggal juga membutuhkan usaha lebih supaya riasan melekat dengan sempurna di kulit wajah. Hal ini dikatakan karena kulit wajah seseorang yang sudah meninggal tak mampu menyerap riasan.

Beda penyebab kematian, juga berbeda teknik riasan yang perlu dilakukan. Warna dan jenis kulit jenazah juga berbeda dari masing-masing tergantung jenis dan penyebab kematian.

Baca juga: Balinese Makeup Look Jadi Inspirasi Riasan untuk Pernikahan, Tampilkan Kecantikan Mewah nan Menawan

Misalnya, keadaan meninggal belum siap, dimaksudkan Naomi, adalah meninggal dalam keadaan ekstrem. Keadaan pada jenazah korban kecelakaan, korban pembunuhan dan bunuh diri.

Dalam keadaan jenazah meninggal ekstrem tersebut, Naomi mengatakan, perlu teknik khusus dalam pengalikasian riasan. Terutama jika ada luka di bagian wajah.

Naomi mengatakan pernah merias wajah jenazah yang mengalami gosong karena sakit dan luka kecelakan. Di sanalah kemampuannya ditantang untuk bisa mempercantik mendiang.

“Misal kalau jenazah meninggal sakit diabetes, mungkin kulitnya kalau terkena formalin bereaksi agak gosong itu masih normal. Kalau ekstrem itu pasti tutup dulu lukanya untuk menyamarkan, jangan sampai terlihat meninggal dalam keadaan tidak siap,” katanya.

Bagi seorang perias jenazah, kesiapan waktu juga sangat diperlukan. Bisa sewaktu-waktu keluarga orang yang meninggal membutuhkan jasanya. Sebab, makeup jenazah juga harus segera dilakukan maksimal dua jam untuk hasil riasan lebih baik.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved