Berita Jatim
Kisah Perajin Barong di Banyuwangi, Dulu Pernah Dijebak di Kalimantan, Kini Nasib Berbalik
Dengan segala keterbatasannya, Mustaqbilal (41), penyandang disabilitas asal Kabupaten Banyuwangi, memilih fokus menekuni kerajinan barong
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Januar
"Kalau kesulitan itu cuma kalau ukuran barongnya besar. Memotong kayunya yang agak sulit karena harus memakai gergaji besar. Kalau proses lainnya, sama saja," sambung Bilal.
Bilal membuat barong sesuai pesanan. Ukuran, bentuk, dan model barong disesuaikan dengan permintaan pembeli.
Untuk barong ukuran kecil, Bilal mematok harga sekitar Rp 2 juta.
"Kalau yang termahal, yang pernah buat ukuran besar, lengkap dengan properti lainnya, seharga Rp 12 juta," tambahnya.
Selama ini, puluhan -- atau bahkan ratusan -- barong telah Bilal produksi. Pemesannya berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia pernah menerima pesanan hingga sepuluh barongan dalam sebulan. Tapi nasib tak selalu mujur. Ketika pandemi Covid-19, pesanan berkurang drastis. Berbulan-bulan berhenti memproduksi barong.
Namun, bukan Bilal namanya kalau kehabisan akal. Selama pesanan barong sepi, ia beralih membuat cinderamata berupa barong mini.
Tak disangka, cinderamata itu cukup diminati. Hasilnya, menurut Bilal, lumayan untuk menambah pendapatan sehari-hari.
Dari sekian banyak barong yang Bilal bikin, salah satu yang membuatnya bangga adalah ketika membuat barong untuk tropi World Surf League (WSL) Championship Tour, Banyuwangi 2023.
Barong bikinan Bilal diangkat oleh para pemenang kejuaraan internasional itu.
Soal pengalaman dijebak mengemis, Bilal mengenangnya sebagai salah satu pengalaman hidup yang paling diingat.
"Saat itu tahun 2009. Saya ditawari kerja oleh orang, karena tertarik saya berangkat," katanya.
Demi pekerjaan dengan iming-iming gaji yang lumayan itu, Bilal meninggalkan kerajinan barong.
Ia berangkat ke Kalimantan tanpa tahu pekerjaan apa yang bakal dia lakoni di sana.
"Ternyata di sana saya disuruh mengemis. Bersama beberapa orang penyandang disabilitas lain," sambungnya.
kerajinan barong
penyandang disabilitas
Banyuwangi
Kalimantan
Tribun Jatim
TribunJatim.com
berita Jatim terkini
Sosok Eron Ariodito Adik Wagub Jatim Emil Dardak Merantau ke Swedia, Kerja Sebagai AI Engineer |
![]() |
---|
Sosok Kades di Jombang Diduga Lecehkan Istri Orang, Awalnya Ngaku Khilaf Kini Merasa Dirinya Korban |
![]() |
---|
Sosok Memed Thomas Alva Edhi Sound Horeg Viral, Dunia Sound System Sudah Jadi Passionnya Sejak Kecil |
![]() |
---|
Pemerintah Diminta MUI Jangan Biarkan Sound Horeg Gegara Persoalan Ekonomi, Kini Ada Fatwa Haramnya |
![]() |
---|
Cara Cek Pajak Kendaraan, Ada Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Jawa Timur hingga 31 Agustus 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.