Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Jatim

Kisah Sukses Petani di Jatim Bisa Panen Melimpah Berkat Program Kementan

Musim panen inilah yang dirasakan para petani di Jawa Timur (Jatim). Produktivitas musim panen petani di Jatim pun tidak terlepas dari peranan berbaga

Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra
Para petani padi di Jatim mulai memasuki masa panen raya 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Musim panen dari berbagai jenis pertanian sudah terasa di sejumlah daerah di Indonesia, walaupun tak sedikit ada wilayah yang mulai masuki musim tanam.

Musim panen inilah yang dirasakan para petani di Jawa Timur (Jatim). Produktivitas musim panen petani di Jatim pun tidak terlepas dari peranan berbagai pihak, termasuk pemerintah.

Peningkatan hasil panen ini turut dirasakan oleh Muflihatun yang terbantu salah satu program Kementerian Pertanian (Kementan) yakni bantuan Unit Pengelolaan Pupuk Organik (UPPO).

Petani asal desa Lebak, Kabupaten Gresik ini menyebut produktivitas panennya meningkat setelah menggunakan pupuk organik, berbeda saat memakai pupuk kimia.

"Saya sebelumnya biasanya pakai pupuk kimia, karena simpel. Tapi efeknya pada tanah jadi rusak, dan berakibat pada panen juga rusak. Tapi saya coba pakai pupuk organik, hasil panennya bagus dan efek pada tanah juga bagus," kata Muflihatun, pada Kamis (13/4/2023).

Petani yang juga merupakan Ibu dua anak itu mengaku saat ini mulai beralih menggunakan pupuk organik, setelah mendapatkan penjelasan dari penyuluh dan bantuan program UPPO tersebut.

Baca juga: Rasakan Manfaat Bantuan Alsintan Kementan, Petani di Jatim Senang Hasil Penen Meningkat

Dengan beragam manfaat yang bisa dirasakan apabila menggunakan pupuk organik, maka Muflihatun pun mantap untuk meninggalkan pupuk kimia.

"Mungkin petani yang belum pernah pakai pupuk organik bakal pikir-pikir, tapi kalau sudah mencobanya pasti pakai organik terus. Sehingga petani tidak lagi bergantung menunggu bantuan pupuk subsidi dari pemerintah," ujarnya.

Menurut Muflihatun, membuat pupuk organik cukup mudah dengan biaya yang ekonomis. Bahan bakunya juga mudah didapat disekeliling para petani, misalnya dari kotoran sapi.

Caranya, kotoran sapi diracik dicampur dengan arang sekam, jerami, dedaunan, air secukupnya dan lima sendok makan gula pasir dan EM4.

Dia mengaku puas dengan hasil pertaniannya setelah menggunakan pupuk organik di lahan seluas 0,16 hektare.

Baca juga: Petani Jagung di Jawa Timur Rasakan Langsung Bantuan Irigasi Kementan, Hasil Panen Jadi Melimpah

Dari hasil panennya, produksi padinya mencapai sekitar 7,89 ton/Ha GKP (Gabah Kering Panen), berbanding sebelumnya yang hanya 4,96 ton saat menggunakan pupuk kimia.

Lain halnya dengan, Heru Rusiyanto, anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) Surangganti di Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi.

Dia mengaku produksi pertaniannya meningkat setelah mendapat bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dari pemerintah.

"Alsintan tentu dirasakan manfaatnya, karena mulai dari pengolahan sampai tahap panen dan pascapanen sangat membantu proses panen," ujarnya.

Heru menyebut produktivitas hasil panen padinya meningkat. Misalnya luasan lahan 6000 meter persegi miliknya, sebelumnya hanya dapat 30 karung, atau 3,3 sampai 3,6 ton padi.

"Tapi sejak pakai alsintan bisa dapat 5-6 ton, karena proses tanam jadi lebih cepat, lebih maksimal dibanding manual tanpa alsintan," tutupnya.

Seperti diketahui, menjelang lebaran kebutuhan akan bahan pokok untuk masyarakat mengalami peningkatan signifikan.

Untuk itulah ketersedian pangan menjadi fokus utama pemerintah agar memenuhi kebutuhan yang tinggi tersebut.

Hal ini yang diungkapkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil kepada media.

"Agar ketersediaan aman, maka produktivitas pertanian juga harus digenjot. Kami memiliki program untuk mendukung petani seperti kredit usaha rakyat (KUR), alat dan mesin pertanian (alsintan), irigasi pertanian, pupuk subsidi dan lain sebagainya," pungkas Ali.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved