Pemilu 2024
Survei Litbang Kompas: Prabowo Puncaki Elektabilitas, Ganjar Merosot, Bagaimana dengan Anies?
Survei Litbang Kompas mencatatkan elektabilitas Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) meningkat pesat.
TRIBUNJATIM.COM - Survei Litbang Kompas mencatatkan elektabilitas Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) meningkat pesat.
Sosok Ketua Umum Partai Gerindra itu bahkan bisa mengungguli dua nama seperti Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.
Dikutip dari Kompas.com, elektabilitas Prabowo sebagai calon presiden (capres) berada di angka 24, 5 persen.
Sementara elektabilitas Ganjar Pranowo di angka 22,8 persen, dengan margin of error survei lebih kurang 2,83 persen.
Hasil ini sekaligus membuat nama Prabowo berada di puncak setelah sempat digeser Ganjar Pranowo.
"Suara untuk Prabowo meningkat signifikan, yaitu 6,4 persen, dari sebelumnya 18,1 persen pada Januari 2023 dan menjadikan elektabilitasnya berada di posisi teratas," tulis Litbang Kompas, dikutip dari Harian Kompas edisi Rabu (24/5/2023).
Baca juga: Survei Litbang Kompas: PDIP dan Gerindra Teratas Tinggalkan Jauh Partai Lain, Demokrat Geser Golkar
Ini merupakan kali pertama Prabowo berada di posisi puncak elektabilitas capres versi Litbang Kompas sejak Oktober 2022.
Pada survei bulan Oktober 2022 dan Januari 2023, elektabilitas Prabowo berada di bawah Ganjar.
Padahal, sejak Oktober 2019 hingga Juni 2022, elektabilitas Prabowo hampir selalu di atas Ganjar. Hanya pada Oktober 2021 elektabilitas keduanya seimbang.
Keberhasilan Prabowo kembali ke posisi puncak tak lepas dari turunnya elektabilitas Ganjar sebesar 2,5 persen dari 25,3 persen pada Januari 2023.
Baca juga: Cak Imin Keceplosan Bongkar KIB Sudah Retak, Ungkap Kronologi Golkar Dekati Prabowo
Baca juga: Jawaban Gubernur Khofifah saat Masuk Cawapres Anies Baswedan, Hanya Senyum: Oalah Rek Rek
Hal itu dampak dari pernyataan Ganjar yang menolak tim sepak bola Israel main di Piala Dunia U-20, yang kemudian dikaitkan dengan kegagalan Indonesia jadi tuan rumah.
"Pergelaran internasional tersebut, berpengaruh pada laju elektabilitasnya," tulis Litbang Kompas dikutip Tribun Jatim.
Berdasarkan survei, pemilih yang mengaku memilih Ganjar sebelum kasus tersebut mencuat, kini hanya 63 persen yang tetap mendukung Gubernur Jawa Tengah itu.
Sebanyak 12,5 persen suara disebut lari ke Prabowo. Sedangkan sisanya lari ke calon lain atau abstain.
Baca juga: Ratusan Relawan di Ponorogo Launching Dusun Ganjar: Targetnya Menang Mutlak
Sementara, perolehan suara Anies nyaris tak berubah dari hasil survei sebelumnya sebesar 13,1 persen.
Artinya hanya naik 0,5 persen. Meski demikian, selisih elektabilitas Prabowo dan Ganjar masih dalam rentang margin of error survei, yakni lebih kurang 2,83 persen.
Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen, dengan margin of error lebih kurang 2,83 persen.
Baca juga: Kader NasDem Johnny G Plate Tersangkut Kasus Korupsi, Elektabilitas Anies Baswedan Bakal Merosot?
PDIP dan Gerindra Teratas Tinggalkan Partai Lain
Sementara untuk survei elektabilitas partai politik peserta Pemilu 2024, hasil survei Litbang Kompas menempatkan elektabilitas Partai PDI Perjuangan (PDIP) dan Gerindra berada di posisi dua teratas.
Hasil ini berdasarkan survei yang dilakukan Litbang Kompas pada 29 April sampai 10 Mei 2023.
PDIP memimpin elektabilitas dengan angka 23,3 persen suara atau naik 0,4 persen dari survei sebelumnya.
Kenaikan ini diperkirakan buah dari deklarasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden PDIP.
Lanjut tertinggi kedua ada Gerindra yang sukses mendongkrak elektabilitasnya dari 14,3 persen menjadi 18,6 persen.
Capaian tersebut jadi yang tertinggi diraih partai pimpinan Prabowo Subianto sejak survei Kompas dilakukan pada Oktober 2019.
"Raihan suara PDIP dan Gerindra makin terpaut jauh dengan raihan partai di peringkat ketiga," tulis Litbang Kompas dikutip TribunJatim dari Kompas.com.
Elektabilitas PDIP dan Gerindra ini terpaut jauh dari partai politik yang menduduki peringkat ketiga, yaitu Partai Demokrat di angka 8 persen.
Elektabilitas Demokrat turun dari angka 8,7 persen, tetapi berhasil membawa Demokrat naik ke peringkat ketiga, menggeser Golkar.
Elektabilitas Golkar tarcatat juga turun dari 9,0 persen menjadi 7,3 persen dan kini berada di peringkat keempat.
Di peringkat kelima dan keenam terdapat NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa, elektabilitas kedua partai ini juga turun, masing-masing dari 7,3 persen menjadi 6,3 persen dan 6,1 persen ke 5,5 persen .
Menurut hasil survei, hanya 6 partai di atas yang elektabilitasnya melampaui ambang batas parlemen sebesar 4 persen.
Sementara, tiga partai parlemen elektabilitasnya berada di bawah 4 persen, yakni Partai Keadilan Sejahtera (3,8 persen), Partai Amanat Nasional (3,2 persen), dan Partai Persatuan Pembangunan (2,9 persen).
Bahkan, elektabilitas PPP tertinggal dibandingkan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang tidak punya kursi di parlemen, Perindo tercatat memiliki elektabilitas sebesar 3,1 persen.
Dari empat partai tersebut, dua partai yakni PAN dan PPP elektabilitasnya tercatat naik.
Elektabilitas PAN naik dua kali lipat, dari 1,6 persen menjadi 3,2 persen, sedangkan PPP bertambah dari 2,3 persen ke 2,9 persen.
Adapun elektabilitas PKS turun dari 4,8 persen menjadi 3,8 persen, begitu pula elektabilitas Perindo yang turun satu persen menjadi 3,1 persen.
Sedangkan, partai-partai peserta pemilu lainnya tercatat mendapatkan elektabilitas di bawah 1 digit.
Adapun terdapat 15,8 persen responden yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab saat disurvei.
Survei Litbang Kompas ini dilakukan secara tatap muka pada 29 April-10 Mei 2023. Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 30 provinsi Indonesia.
Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen, dengan margin of error lebih kurang 2,83 persen.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Survei Litbang "Kompas": Geser Ganjar, Prabowo Kembali ke Puncak"
Pemilu 2024
Prabowo Subianto
Prabowo
Anies Baswedan
Ganjar Pranowo
Litbang Kompas
Tribun Jatim
TribunJatim.com
Alasan Nisya Ahmad Dilantik Jadi Anggota DPRD Jabar Padahal Kalah Suara Pemilu 2024, Ini Kata KPU |
![]() |
---|
Hadiri Pembekalan Caleg Terpilih dari PDIP se-Jawa Timur, Hasto Kristiyanto Bawa Pesan Megawati |
![]() |
---|
Hasil Lengkap Pileg 2024 Pasca Putusan MK, PDIP Raih Suara Terbanyak, Disusul Golkar dan Gerindra |
![]() |
---|
Penyebab Lima Caleg DPRD Bojonegoro Terpilih Hasil Pemilu 2024 Terancam Gagal Dilantik |
![]() |
---|
Dipecat Partai Usai Terbukti Geser Suara, Mimpi Dodik Jadi Anggota DPRD Kota Madiun Kandas |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.