Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Malang

Terminal Arjosari Malang Berencana Direnovasi, Sopir Angkot Harap Tak Lagi Sepi Penumpang

Rencana renovasi Terminal Arjosari milik Pemkot Malang disambut baik sejumlah sopir angkutan kota. Mereka berharap fasilitas di Terminal Arjosari dipe

Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Sebuah angkutan kota keluar dari Terminal Arjosari milik Pemkot Malang. Rencana renovasi disambut baik sopir, tapi mereka lebih berharap kondisi terminal kembali ramai. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Rencana renovasi Terminal Arjosari milik Pemkot Malang disambut baik sejumlah sopir angkutan kota. Mereka berharap fasilitas di Terminal Arjosari diperbaiki untuk kenyamanan penumpang dan pengemudi.

Meski menyambut baik rencana renovasi, menurut sejumlah sopir hal yang paling penting untuk dipikirkan adalah bagaimana caranya meramaikan kembali terminal. 

Sejak angkutan online beroperasi, kondisi terminal sepi dari penumpang. Hal itu dirasakan oleh Rahmat, sopir ABG yang setiap hari masuk ke terminal.

Rahmat telah menjadi sopir sejak akhir tahun 80-an. Dulu, Terminal Arjosari banyak didatangi calon penumpang, terutama mereka yang baru saja turun dari bus. Sejak ada transportasi online, perlahan penumpang yang datang ke Terminal Arjosari menurun.

"Sehari bisa jadi tidak ada penumpang apapun. Saya ini baru dapat satu penumpang sejak berangkat pagi tadi. Baru dapat Rp 5 ribu," ujarnya saat ditemui di terminal, Selasa siang (20/6/2023).

Sopir sangat membutuhkan penumpang yang datang langsung ke terminal. Saat ini, karena terminal sepi oleh penumpang, para sopir mengangkut penumpang dari pinggiran jalan. Kondisi itu kadang mengakibatkan persiangan antar sopir.

Baca juga: Momen H-3 Lebaran, Penumpang Bus AKDP Mulai Mendominasi di Terminal Arjosari Malang

Rahmat meminta pemerintah bisa menerapkan kebijakan agar penumpang turun di terminal, bukan di pinggir jalan seperti yang terjadi di depan Kantor Taspen. Menurutnya, cara seperti itu bisa membuat terminal kembali ramai.

Selain Rahmat, sopir angkutan lainnya yang bernam Sukir juga mengutarakan pendapat yang sama. Ia menginginkan Terminal Arjosari kembali ramai seperti dulu. 

Meskipun saat ini sudah ada angkutan online, namun masih ada beberapa orang yang memilih naik angkutan kota. 

Berdasarkan pengalamannya yang telah menjadi sopir lebih dari 30 tahun, Terminal Arjosari sudah sepi sejak angkutan online beroperasi. 

Sejauh ini tidak ada upaya dari pemerintah yang terlihat untuk memperbaiki maupun meramaikan Terminal Arjosari.

"Lihat itu angkutan kota yang keluar, tidak ada penumpangnya sama sekali," ujar Sukir sambil menunjuk ke arah angkutan kota yang keluar melalui pintu gerbang.

Baca juga: Ngedrop Penumpang di Terminal Arjosari, Warga Keluhkan Jukir Tarik Tarif Rp 6 Ribu, Dishub Bereaksi

Sukir mengharapkan Dinas Perhubungan memiliki pemikiran untuk meramaikan terminal, tidak sekadar merenovasi saja. Sukir sendiri merasa senang dengan rencana renovasi, tapi kebutuhan para sopir saat ini adalah penumpang.

"Dulu, angkutan kota berbaris di sini. Penumpang datang langsung masuk, angkutan kota langsung berangkat, bergantian dengan yang lain. Sekarang sudah berbeda. Kebutuhan kami sebagai sopir hanyalah penumpang," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved