Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Ponorogo

5 Fakta Pria Ponorogo Bangun Tembok di Jalan, Ogah Damai dengan Warga - Siasat Lurah Agar Dibongkar

Berikut ini 5 fakta pria Ponorogo bangun tembok di jalan. Mulai dari Bagus Robyanto yang ogah damai dengan warga hingga siasat lurah agar dibongkar.

Editor: Elma Gloria Stevani
Kolase Tribun Manado/Foto Istimewa
Berikut adalah 5 fakta pria Ponorogo bangun tembok di jalan. 

TRIBUNJATIM.COM -  Penutupan jalan dengan cara ditembok oleh pria Ponorogo di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo kini menjadi sorotan publik hingga viral di media sosial.

Pria Ponorogo yang membangun tembok di RT 01/RW 07 Kelurahan Bangunsari, Jalan Gajah Mada, Ponorogo itu bernama Bagus Robyanto.

Dengan berani, Bagus Robyanto membangun tembok di jalan gang yang sering dilewati oleh warga setempat.

Bukan tanpa sebab, Bagus Robyanto menutup jalan gang yang melewati tanah hak miliknya itu karena kesal dikucilkan warga sekitar.

Bagi Anda yang ingin mengetahui informasi selengkapnya, simak 5 fakta pria Ponorogo bangun tembok di jalan dalam artikel berikut ini.

1. Siasat Lurah Agar Pria Ponorogo Bongkar Tembok yang Tutup Jalan Warga, Singgung Soal Sopan Santun

Permasalahan jalan ditembok di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo viral.

Berbagai pihak turun ke lokasi untuk melihat dan menelaah masalah yang ada.

Lurah Bangunsari, Andrea Perdana mengatakan saat ini menemui warga 13 kepala keluarga itu secara door to door. 

“Tidak saya temui semuanya dalam satu waktu,” ujarnya, Rabu (5/7/2023).

Dengan ketemu satu per satu, dia ingin menurunkan tensi satu per satu dari 13 kk yang terdampak. Andre menyebutkan bahwa intinya adalah menurunkan tensi.

“Kuncinya dikomunikasi. Yang depan (Bagus Robyanto) saya ajak komunikasi. Belakang juga saya ajak komunikasi,” kata Andrea ketika dihubungi Tribunjatim.com.

Dia mengatakan bahwa 13 kk itu merasa dibantu ketika viral di media sosial (medsos). Namun, kenyataannya hanya sekedar viral, tetapi tidak membantu secara sosial.

Baca juga: Penjelasan BPN Ponorogo Soal Pria Tembok Jalan Warga, Singgung Kejadian 3 Tahun Lalu

 

Baca juga: Pengakuan Warga soal Pria Ponorogo yang Bangun Tembok di Jalan karena Dikucilkan, Lurah: Sebaliknya

“Ya saya sebut pak sabar ya, intinya nglendeh (sabar). Penembokan ini merupakan contoh pembelajaran,” bebernya.

Sebelumnya, ketika pihak Bagus Robyanto merelakan tanahnya untuk dilintasi, dia mengaku seyogyanya yang memakai memberikan timbal balik. Contohnya adalah sopan santun.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved