Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Surabaya

Keluarga Harap Polisi Segera Tangkap Pelaku Tabrak Lari Mahasiswa Surabaya, Ada Saksi Tahu Ciri Truk

Kecelakaan nahas yang merenggut nyawanya terjadi saat Dandi hendak berangkat bekerja paruh waktu menjadi pelayan kustomer sebuah kafe

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Luhur Pambudi
Saat Sarmi nenek korban menunjukkan foto Dandi semasa hidup. Sosok Dandi berkaus biru, pada sisi kanan foto tersebut. Saat itu, Dandi berpose dengan saudaranya pada suatu acara keluarga, Rabu, (8/11/2023). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pihak keluarga pemotor M Dandi Wibisono (24) warga Tambaksari, Surabaya yang tewas diduga menjadi korban tabrak lari di depan Pintu Keluar Tol Gunungsari, Wiyung, Surabaya, Senin (6/11/2023), meminta Polisi segera menangkap pelakunya. 

Sosok Dandi sapaan akrabnya, merupakan mahasiswa semester akhir Program Studi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer, di sebuah kampus swasta yang berlokasi kawasan Kecamatan Sukolilo, Surabaya.

Kecelakaan nahas yang merenggut nyawanya terjadi saat Dandi hendak berangkat bekerja paruh waktu menjadi pelayan kustomer sebuah kafe di Kecamatan Wiyung, Surabaya, sekitar pukul 14.30 WIB. 

Salah satu bibi korban, Winarti berharap pihak kepolisian dapat mengungkap kasus dugaan tabrak lari yang menimpa keponakannya yang hidup sebatang kara. 

Sang keponakan sebenarnya merupakan anak yatim piatu. Kedua orangtua telah meninggal dunia akibat sakit beberapa tahun lalu. 

Baca juga: Mahasiswa Surabaya Tewas Jadi Korban Tabrak Lari Depan Gerbang Tol Gunungsari saat Berangkat Kerja

Kepergian Dandi diakuinya terasa berat. Kini ia dan keluarga besarnya telah ikhlas. Namun, Winarti berharap jika kepergian sang keponakan terdapat pihak yang harus bertanggung jawab. Pihaknya memasrahkan kepada pihak kepolisian atas penanganan hukumnya. 

"Ya kami serahkan semua kepada pihak kepolisian. Masa iya polisi gak mau menangani. Kalau engga ditangani, entar kebiasaan ya begitu. Kalau ada kejadian, kabur lagi, ya harus ada tanggung jawabnya. Tanggung jawabnya apa, ya kami serahkan pada pihak kepolisian," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di kediaman korban, kawasan Ngaglik, Tambaksari, Surabaya, Rabu (8/11/2023). 

Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, Winarti menambahkan, pelaku penabrak sang keponakan mengendarai truk berkabin warna hijau dan berboks warna putih. 

Ia mengetahui ciri-ciri kendaraan terduga pelaku penabrak sang keponakan karena membaca berbagai macam komentar warganet pada postingan sebuah akun media radio terkemuka di Surabaya. 

Terdapat komentar dari seorang saksi mata yang mengaku melihat kejadian nahas tersebut, hingga akhirnya dapat disimpulkan bahwa insiden yang menimpa keponakannya merupakan tabrak lari. 

"Katanya keponakan saya itu, diserempet sama truk. Truknya itu kepala ijo, boknya putih, dia melarikan diri masuk ke tol," jelasnya. 

"Ada saksi di situ, dia tahu mobil yang menyenggol. Ciri-cirinya sampai tahu, warna kepala dan ekornya. Tapi masuk ke tol," tambahnya. 

Meski tak tinggal serumah, Winarti mengaku terpukul mengetahui nasib sang keponakan. Dandi memiliki sifat pendiam. Namun sifatnya itu bukan toxic. 

Dandi tetap bisa bersosialisasi secara baik dengan lingkungan pertemanan, keluarga dan tetangganya. Meskipun sangat minim. Karena Dandi lebih gemar menghabiskan waktunya di rumah, selain bekerja dan berkuliah. 

"Dia itu sopan sekali anaknya. Pendiam tapi gak aneh-aneh. Kalah ketemu warga suka nyapa. Pernah main ke rumah saya di Jakarta, ya main akrab bercanda dengan karyawan usaha laundry saya," pungkasnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved