Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pemilu 2024

Sadar Butuh Dana Besar, Caleg Bondowoso Rela Jual Ginjal Buat Kampanye: Teman Saya Habis Rp2 M

Erfin Dewi Sudanto mengungkapkan alasannya rela kehilangan salah satu ginjalnya untuk biaya kampanye nyaleg di Pemilu 2024.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
Kompas.com/Bagus Supriadi - ISTIMEWA
Caleg di Bondowoso rela jual ginjal demi biaya kampanye 

TRIBUNJATIM.COM - Seorang caleg di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang menjual ginjalnya untuk biaya kampanye, belakangan jadi sorotan publik.

Adapun sosok caleg tersebut ialah Erfin Dewi Sudanto (47), warga Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Erfin Dewi Sudanto mengungkapkan alasannya rela kehilangan salah satu ginjalnya untuk biaya kampanye nyaleg Pemilu 2024.

Ia tercatat sebagai calon legislatif (caleg) 2024 DPRD Pemilihan I, Kecamatan Bondowoso, Tenggarang, dan Wonosari.

Erfin Dewi Sudanto maju sebagai caleg dari Partai PAN dengan nomor urut 9 Daerah Pemilihan 1.

Ia menceritakan penjalanan panjangnya sebelum sekarang menjadi caleg.

Erfin Dewi Sudanto merupakan mantan Kepala Desa (Kades).

Ia menjabat sebagai Kades Bataan periode 2007-2013.

Selama menjabat, Erfin Dewi Sudanto mengaku menjalankan amanah sebagai kades secara totalitas.

Saat itu, gajinya sebagai kepala desa hanya Rp450.000.

Kemudian, pada akhir jabatannya naik menjadi Rp1.050.000.

"Saya waktu pelayanan pada masyarakat luar biasa, walaupun gajinya sedikit," ujarnya kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (16/1/2024).

Bahkan saat menjabat sebagai kades, Erfin Dewi Sudanto mengaku sempat menjual rumah warisannya untuk kegiatan di desa.

Dia mengaku mendapatkan penghargaan dari Bupati Bondowoso saat itu, yakni Amin Said Husni.

Baca juga: Sosok Caleg dengan Baliho Kenakan Gambar Spiderman di Magetan Bikin Orang Penasaran, Nyentrik

Setelah masa jabatannya berakhir, Erfin Dewi Sudanto maju lagi dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Bataan.

Namun karena biaya mendaftar besar, akhirnya ia tidak jadi maju menjadi calon kepala desa.

Tak berhenti sampai di situ, Erfin Dewi Sudanto juga sempat maju dalam Pilkades Desa Kajar.

Akan tetapi ia tak lolos di tahap administrasi karena menurutnya mendapat penjegalan.

"Tahun 2021 kemarin saya nyalon lagi, tapi di Desa Kajar, tapi tidak jadi dan ada pada posisi nomor dua," terang dia.

Setelah itu Erfin Dewi Sudanto mendatangi salah satu ketua partai di Bondowoso.

Saat itu, ia ditawari untuk maju sebagai anggota DPRD lantaran sosoknya dikenal baik dan memiliki massa di daerah pemilihannya.

Namun Erfin Dewi Sudanto mengaku tak memiliki modal sama sekali.

Ia blak-blakan mengaku jika kondisi ekonominya tengah terpuruk.

"Saat itu saya bilang apa adanya, saya sekarang tidak punya apa-apa. Kondisi ekonomi saya ambruk total, mohon maaf jangan paksa saya nyaleg, karena biaya besar," ungkap dia.

Erfin Dewi Sudanto Caleg Bondowoso menunjukan surat pernyataan jual ginjal.
Erfin Dewi Sudanto, caleg Bondowoso menunjukan surat pernyataan jual ginjal (ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM)

Akan tetapi, ketua partai di Bondowoso tersebut meyakinkan dirinya akan membantu dengan berbagai program.

Hal itulah yang membuat Erfin akhirnya sepakat untuk maju sebagai caleg DPRD Bondowoso.

"Setelah terjun di lapangan, warga sudah banyak yang tahu saya mau maju di Pileg."

"Setelah pemberkasan kurang dua bulan, saya tidak dikasih kabar, ternyata saya digeser, ada yang mengganti posisi saya," ungkap Erfin.

Lalu Erfin bertemu dengan salah satu temannya yang juga caleg dari PAN di Kabupaten Banyuwangi.

"Besok paginya saya sowan ke Ketua PAN, setelah bertemu, beliau mengiyakan saya untuk maju sebagai caleg," tuturnya.

Baca juga: Tak Pasang Baliho, Caleg Nganjuk Kampanye Sambil Service TV, Yakin Raup Suara: Siap Jalankan Takdir

Erfin menyadari, untuk maju sebagai caleg tidak cukup hanya bermodal kebaikan saja.

Ia pun memerlukan modal uang yang cukup besar untuk mewujudkan keinginannya tersebut.

"Kebutuhan sangat besar sekali, terutama yang banyak seperti bansos dan kegiatan yang melibatkan masyarakat," ucap Erfin saat dikonfirmasi TribunJatim-Timur.com, Selasa (16/1/2024).

Pria kelahiran 23 Juni 1976 ini mengaku, setelah terjun ke lapangan, banyak usulan dan harapan dari masyarakat.

Namun tak dipungkiri, ada sejumlah warga yang juga menanyakan soal uang.

"Ada yang tanya tentang uang berapa yang mau dibuat ganti kalau pencoblosan untuk datang ke TPS," ujar dia.

Erfin menyadari bahwa modal kebaikan saja untuk maju sebagai caleg tidak cukup.

"Perlu modal uang yang besar. Teman saya itu saat Pileg 2019 bisa habis sekitar Rp2 miliar untuk caleg DPRD," ungkap dia.

Di satu sisi, kondisi ekonominya tidak sedang baik-baik saja.

"Akhirnya dari sana saya tekad bulat untuk menjual ginjal saya," terang dia.

Kisah seorang caleg jual ginjal untuk biaya kampanye viral di media sosial. Adapun sosok caleg tersebut ialah Erfin Dewi Sudanto.
Kisah seorang caleg Erfin Dewi Sudanto jual ginjal untuk biaya kampanye viral di media sosial (ISTIMEWA)

Dikatakannya, saat menggalang massa dengan mendatangi rumah warga, kebanyakan mereka bertanya besaran uang yang akan diberikan kepada para pemilih.

"Masyarakat banyak krisis kepercayaan dengan wakil rakyat. Setiap saya sowan ke rumah warga, selalu ditanya wani piro (berani berapa)?" terang dia.

Kendati demikian, Erfin belum bisa menafsirkan besaran biaya kampanye yang ia perlukan untuk memenangkan suara di Dapil I Bondowoso.

"Kalau kebutuhannya dana kampanye, berat mau mengungkapkan. Nanti disangka mau mempermainkan dan cari-cari kesempatan," ungkapnya.

Karena saat ini kondisi ekonominya tengah terpuruk, Erfin pun berniat untuk menjual ginjalnya demi modal nyaleg.

"Akhirnya dari sana saya tekad bulat untuk menjual ginjal saya," tegas dia.

Keseriusannya ini ditunjukkannya dengan membuat surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani bahwa dirinya siap menjual ginjal.

"Surat pernyataan jual ginjal ini saya buat nantinya untuk biaya operasional dan biaya logistik untuk pemenangan calon legislatif," terang Erfin, Selasa (16/1/2024).

Baca juga: Tak Bisa Jadi Petugas Lipat Surat Suara, Bu Isma Ngaku Disalip Orang Dalam: Katanya Enggak Becus

Ia bahkan sudah mempromosikan jika dirinya siap untuk menjual ginjalnya, dan siapa saja yang berminat untuk segera menghubunginya.

Selain untuk biaya pemenangan kampanye, Erfin mengaku menjual ginjalnya sebagai bentuk dirinya rela mengabdi dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

"Intinya ini untuk mengabdi kepada masyarakat. Ginjal pun saya jual untuk membuktikan bahwa jiwa dan raga demi masyarakat Bondowoso," kata Erfin Dewi Sudanto.

Erfin mengaku, niatnya untuk menjual ginjal demi bisa nyaleg ini bukanlah untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk masyarakat.

Sebab, menurutnya, menjadi anggota dewan adalah jabatan publik.

"Supaya saya lebih amanah lagi (saat terpilih jadi caleg) dengan sisa umur hidup saya. Ini bukan untuk kepentingan pribadi."

"Karena selain untuk membesarkan nama partai, ini juga bentuk keseriusan saya, agar ke masyarakat tidak mengkhianati nanti," ucap dia.

Tampak kini Erfin sudah sibuk memasang baliho di beberapa tempat untuk mempromosikan ia maju menjadi caleg.

Banner dan baliho tersebut dibuatnya dari sisa tabungan yang dimilikinya.

Dirinya berharap kemenangan agar nantinya bisa merealisasikan janji-janji politiknya.

Bahkan anak dan istri Erfin juga sudah menyetujui untuk menjual ginjalnya.

Ia mengaku, istri dan anaknya telah memberinya restu.

Caleg DPRD Bondowoso yang menjual ginjalnya saat bertemu dengan masyarakat
Caleg DPRD Bondowoso yang menjual ginjalnya saat bertemu dengan masyarakat (Kompas.com/Bagus Supriadi)

Erfin mengaku tidak tenang jika tidak bisa berbuat untuk masyarakat, warga miskin, lansia, hingga dhuafa.

Hal itulah yang menggerakkan dirinya menjual ginjal walaupun merasa sangat berat.

Erfin mengaku sempat ada warga yang menghubungi dirinya melalui WhatsApp terkait hal itu.

"Tanya, apakah sudah diangkat ginjalnya, mau dikasihkan berapa?" terang ayah dua anak ini.

Setelah itu Erfin menghubungi orang tersebut untuk mendatangi dirinya. 

"Ini tidak ada pabriknya, coba kalau ada yang mau hadir ke rumah saya, saya share lokasi," ucap dia.

Namun setelah itu, dia tak mendapatkan respons dari warga tersebut.

Erfin menilai, warga yang menghubungi tersebut hanya iseng untuk menguji keseriusannya menjual ginjal.

Jika nanti ia terpilih menjadi anggota DPRD Bondowoso, Erfin berujar akan menggunakan 50 persen gajinya untuk kegiatan kemasyarakatan.

"50 persen gaji pokok, jika jadi caleg nanti untuk masyarakat, biar tidak anggap umbar janji," tambahnya.

Dia beranggapan bahwa ginjal merupakan bagian raga manusia yang tidak abadi, sehingga ia tidak masalah jika kehilangan organnya tersebut.

"Yang terpenting jiwa kita, hati nurani kita dan ruh kita yang akan dikenang oleh masyarakat," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved