Berita Gresik

Belasan Ogoh-ogoh Diarak Keliling Kampung Gresik, Warga Antusias Saksikan, Bukti Toleransi Beragama

Belasan ogoh-ogoh diarak keliling kampung di Gresik, warga antusias menyaksikan, bukti toleransi beragama.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Willy Abraham
Keseruan Pawai Ogoh-ogoh menjelang perayaan Nyepi umat Hindu di Gresik, Minggu (10/3/2024) malam. 

Pawai diikuti oleh empat pura di wilayah Kecamatan Menganti, yaitu Pura Jagad Girinatha Desa Beton, Pura Jagad Dumadi Desa Laban, Pura Kerta Bumi Bongso Wetan Dusun Bongso Wetan Desa Penggalangan, dan Pura Kerta Buana Dusun Bongsokulon Desa Pengalangan.

Kapolres Gresik, AKBP Adhitya Panji Anom menyampaikan, pengamanan ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga keamanan dan kelancaran perayaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu.

Perayaan Nyepi yang didahului dengan kegiatan pawai ogoh-ogoh merupakan acara rutin tahunan yang dilakukan oleh umat Hindu di masing-masing pura di wilayah Kecamatan Menganti.

Pawai ini menampilkan ogoh-ogoh, yaitu patung yang dibuat menyerupai makhluk jahat, yang diarak keliling desa atau jalan raya.

Pada hari berikutnya, umat Hindu akan melaksanakan Catur Brata Penyepian, yaitu empat pantangan yang dilakukan selama 24 jam, yaitu tidak menyalakan api, tidak bepergian, tidak bekerja, dan tidak bersenang-senang.

Umat Hindu juga akan melakukan upacara persembahyangan ngembak geni dan pakurban atau syukuran.

Pengamanan dan pengawalan tersebut, merupakan bentuk pelayanan prima Kepolisian, dalam hal ini Polres Gresik.

"Pengamanan untuk memastikan rangkaian kegiatan umat Hindu dapat berjalan dengan aman, lancar dan kondusif," tegas AKBP Adhitya Panji Anom.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved