Berita Gresik

Update Kasus SK ASN Palsu di Gresik, Agus ASN Dinas PMD Gresik Akhirnya 'Bernyanyi'

Agus Priyono, ASN Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Gresik 'bernyanyi' terkait kasus SK ASN palsu.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Willy Abraham
SK ASN PALSU - Agus menunjukkan chat dari Anton kepada Agung kepala BKPSDM di lantai 2 Dinas PMD Gresik, Kamis (16/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • ASN Dinas PMD Gresik, Agus Priyono, mengungkap kasus dugaan penipuan SK ASN palsu yang melibatkan Antoni (eks ASN) dan dugaan kedekatannya dengan pejabat BKPSDM, sehingga membuat korban percaya.
  • Agus mengaku menjadi korban dengan menyetor sekitar Rp500 juta untuk memasukkan empat orang sebagai ASN, sementara total korban diperkirakan puluhan dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Agus Priyono, ASN Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Gresik 'bernyanyi' terkait kasus SK ASN palsu.

Dia menyebut kedekatan pecatan ASN bernama AT alias Antoni dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) membuat para korban percaya.

Saat ditemui di lantai dua ruang Dinas PMD Gresik, Agus beberapa kali menyebut kedekatan Antoni dan Agung Endro setiap menjawab pertanyaan awak media.

"Tahunya Pak Agung dekat langsung dengan pak Anton, terus ada chat pak Anton dan pak Agung dari pak Anton yang dikirim saya. Kedekatan pak Anton dengan pak Agung BKPSDM, pak anton pernah jadi pegawai juga di Kesra. Saya tidak tahu persis (pemecatan) kasus apa penipuan atau utang pitang," beber Agus.

Dalam chat tersebut, muncul sejumlah nama korban SK ASN palsu untuk penyerahan SK kepada empat korban bertemu di halaman timur parkir pemkab. Kemudian ada nama keempat korban lagi.

Baca juga: Kasus SK ASN Palsu, Kepala BKPSDM Gresik Lapor ke Polres karena Namanya Dicatut di Dokumen Penipuan

Chat antara Antoni dan Agung ini membuat Agus semakin yakin dan percaya. Agus sendiri membawa anak, dan ponakan-nya yang dari Lamongan dibawanya untuk masuk menjadi ASN. Dia membayar uang sebesar Rp 125 juta per orang. Total ada empat orang yang dibawanya, jumlah setoran uang ke Antoni sebesar Rp 500 juta.

Penyetoran uang itu dikirim secara bertahap. Ada yang transfer. Ada yang cash. Sejak tahun 2025. Semua pembayaran empat orang yang dibawa Agus ini statusnya sudah lunas.

"Ditransfer ke istrinya pak anton infonya dari pak Anton, terus dikirim ke pak Agung tapi tidak lewat pak Agung, tapi ke istrinya (pak Agung)" bebernya.

Disinggung mengenai sejumlah kepala desa yang menjadi korban. Agus mengaku hanya memperkenalkan para kepala desa kepada Antoni. Apalagi, pekerjaannya berkaitan langsung dengan para kepala Desa. Agus menilai, hal itu sebagai langkah membantu teman.

"Kalau Kepala desa langsung ke sana (pak Antoni) entah transfer maupun langsung, saya tidak dikasih tahu," jelasnya.

Para kepala desa ini, ada yang membawa sejumlah orang. Ada kepala desa yang membawa anak, mantu, maupun saudaranya.

Disinggung mengenai apa yang membuat Agus percaya hingga membawa empat orang, dan mengenalkan ke sejumlah kepala desa, Agus mengaku hanya mengandalkan kedekatan antara Antoni dan Agung selaku kepala BKPSDM.

Total korban diperkirakan mencapai puluhan. Nominal uang yang ditransfer ke Anton melalui rekening istrinya, diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Agus mengaku sudah diperiksa inspektorat, dan Polres Gresik. Agus pun belum melaporkan peristiwa ini ke polisi, meski berulang kali mengaku sebagai korban. 

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved