Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Jatim

Bertemu Aktivis Mahasiswa Lamongan, Gus Sadad Kutip Penjelasan Gus Dur soal Konsep Sosial-Ekonomi NU

Bertemu aktivis mahasiswa di Lamongan, Gus Sadad mengutip penjelasan Gus Dur terkait konsep sosial-ekonomi Nahdlatul Ulama.

Istimewa/TribunJatim.com
Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Anwar Sadad bertemu dengan sejumlah aktivis mahasiswa dari Lamongan, Gresik, Bojonegoro, dan Tuban di Lamongan, Kamis (28/3/2024). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur, Anwar Sadad bertemu dengan sejumlah aktivis mahasiswa di Lamongan.

Dalam pertemuan tersebut, pria yang akrab disapa Gus Sadad tersebut memaparkan gagasan politik yang pernah disampaikan Presiden keempat RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Berbicara di depan peserta pertemuan yang berasal dari Lamongan, Gresik, Bojonegoro, dan Tuban, Gus Sadad memaparkan peran startegis anak muda dalam politik.

Menurutnya, sudah sewajarnya anak muda yang memiliki kepedulian terhadap bangsa, ikut turun dalam politik.

"Proses yang sedang adik-adik mahasiswa jalani sekarang ini adalah proses yang juga pernah dialami tokoh-tokoh bangsa. Aktivis itu adalah orang-orang yang sudah merasa ada sesuatu di luar sana, di luar dirinya, yang harus mereka perjuangkan yang lebih besar dari kepentingan dirinya," kata Gus Sadad dalam forum bertajuk Tadarus Politik Milenial tersebut, Kamis (28/3/2024).

Gus Sadad menambahkan, semangat para aktivis biasanya juga beririsan dengan kerja-kerja politik.

Sehingga, tidak sedikit seorang aktivis yang kemudian ikut turun sebagai politisi.

"Biasanya, aktivis itu tahap berikutnya politikus. Calon-calon politisi masa depan," kata peraih gelar doktor politik Islam dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) ini.

Keluarga besar Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan ini lantas memaparkan gagasan sosial ekonomi yang berkembang di Nahdlatul Ulama (NU).

Baca juga: Anwar Sadad hingga Sarmuji, Para Ketua Parpol Ramaikan Bursa Pilgub Jatim 2024

Yang mana, pada Muktamar NU di Magelang pada 1939, ditetapkanlah prinsip-prinsip pengembangan sosial dan ekonomi yang tertuang dalam Mabadi Khaira Ummah.

"Dalam NU itu kita mengenal ada namanya prinsip-prinsip untuk memperbaiki kualitas kehidupan manusia yang disebut sebagai Mabadi Khaira Ummah. Mabadi itu kan jamak dari mabda. Mabda itu kan asas pijakan atau dasar Khoiro Ummah. Itu adalah untuk menciptakan kualitas yang baik bagi keumatan kita ini," kata Gus Sadad yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim ini.

Gus Sadad mengutip penjelasan tentang gagasan NU tersebut saat disampaikan langsung oleh Gus Dur.

Saat itu, Gus Dur masih menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 1984-1999.

Gus Sadad yang saat itu masih menjadi mahasiswa sekaligus pers mahasiswa, mendengarkan secara langsung penjelasan Gus Dur pada forum NU di Jawa Timur.

Di hadapan para kiai, Gus Dur menyampaikan gagasan tersebut.

"Gus Dur bicara soal itu. Kenapa Mabadi Khaira Ummah? Karena Khaira Ummah ini adalah satu konsep, suatu terminologi yang mengacu kepada ayat dalam Alquran yang berbunyi 'kuntum khaira ummatin ukhrijat lin-nasi takmurụna bil-ma'rụfi wa tan-hauna 'anil-mungkari wa tukminụna billah," kata Gus Sadad.

"Ini menjadi suatu upaya ikhtiar yang luar biasa. Untuk apa? Menciptakan sebaik-baiknya umat sesuai dengan konsep Alquran," katanya di hadapan peserta pertemuan yang di antaranya berasal dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini.

Dia menambahkan, banyaknya kader dari PMII yang berkecimpung di politik harus mendapatkan sambutan hangat.

Harapannya, semakin banyak ide dan gagasan keumatan yang membawa manfaat untuk bangsa.

Karenanya, Gus Sadad juga berharap semakin banyak anak muda yang mau turun di politik.

"Politik bisa sebagai alat atau menjadi tools untuk memperbaiki dan mengikhtiarkan supaya kita menjadi sebaik-baiknya umat yang aktif melakukan takmurụna bil-ma'rụfi wa tan-hauna 'anil-mungkar," katanya.

"Sehingga, ke depan itu kita punya pemimpin-pemimpin yang bisa mengharmonikan antara tujuan kita bernegara di atas basis tujuan kita beragama," kata Gus Sadad.

Kegiatan tersebut menjadi rangkaian Gus Sadad dalam Safari Ramadan yang dilakukan tahun ini.

Sebelumnya, Gus Sadad juga sempat bertemu para aktivis di Surabaya, Jombang, dan Madiun.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved