Berita Gresik

Detik-detik Perampokan Perumahan di Gresik, Korban Mengira Suami, Pelaku Mengenal Korban

Detik-detik Perampokan Perumahan di Gresik, Korban Mengira Suami, Pelaku Mengenal Korban

Penulis: Willy Abraham | Editor: Samsul Arifin
Kolase Tribun Jatim
Kondisi Azizatus Sholihah usai dihajar perampok. 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Korban perampokan disertai penganiayaan di Jalan Taman Ruby No. 14, Perum Pondok Permata Suci (PPS), Kecamatan Manyar, Gresik bernama Azizatus Sholihah, 24 tahun, asal Desa Kujung, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.

Saat kejadian, dia tinggal sendiri.

Rekan perempuannya yang tinggal bersama, saat kejadian sedang mudik. Selama ini tinggal berdua.

Mengontrak rumah di Jalan Ruby no.14 kurang lebih enam bulan.

Korban belum menikah secara resmi. Kerap dipanggil 'Pesek'. Biasanya ada suami siri yang datang ke rumahnya mengendarai mobil mewah.

Saat kejadian, pelaku tahu bahwa korban di rumah sendirian. Tidak ada suami siri. Kemudian langsung masuk rumah mengenakan penutup wajah, dan sarung tangan.

Kanit Reskrim Polsek Manyar Ipda Saiful Rokhim menuturkan, kronologi kejadian sekitar pukul 18.00 WIB, korban sedang memasak di dapur seorang diri. Saat itu pintu rumah dalam kondisi terbuka.

Tiba-tiba korban mendengar suara langkah orang masuk ke dalam rumah.

Baca juga: Pelaku Perampokan di PPS Gresik Berjumlah 2 Orang, Korban Alami Luka Sayatan di Tangan dan Dipukul

"Awalnya korban mengira itu suaminya. Setelah korban menoleh ke arah pintu rumah, ada satu pelaku yang langsung menarik tangan korban dan membawa masuk ke kamar belakang," jelas Ipda Saiful dalam keterangannya, Selasa (16/4/2024).

Pelaku lantas mendorong perempuan berambut pendek itu hingga terbentur meja. Usai mendorong tubuh korban, pelaku perampokan itu sempat berucap 'Sek (pesek), kamu kok tambah kurus?'.

Azizatus Sholihah hanya bisa diam dan pasrah melihat pelaku mengambil ponsel iPhone miliknya yang sedang di-charger.

"Pelaku yang di luar kamar ngomong 'HP-nya Pesek kan iPhone," imbuh Kanit Reskrim Polsek Manyar.

Kemudian pelaku yang di dalam kamar menanyakan dusbook HP tersebut. Dijawab korban dozbox dibawa suaminya. Tidak kehilangan akal, para perampok itu menanyakan password i-cloud HP korban agar bisa dijual.

"Pelaku mengancam korban dengan pisau di leher agar menunjukkan password i-cloud dan sandi layar. Pada saat menodongkan pisau, pelaku melihat kalung korban dan meminta untuk dilepas," bebernya lagi.

Tidak berhenti di situ, saat Azizatus menyerahkan kalung, pelaku melihat gelang dan cincin yang dipakai korban. Selanjutnya pelaku mengambil perhiasan di tangan itu secara paksa. Perampok juga menarik paksa anting yang dikenakannya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved