Berita Surabaya
Dinas Pendidikan Jatim Gandeng UINSA Gelar Profiling 709 Kepsek agar Kemampuan Meningkat
Dinas Pendidikan Jatim Gandeng UINSA Gelar Profiling 709 Kepsek agar Kemampuan Meningkat
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Samsul Arifin
"Perencanaan suksesi yang efektif akan memastikan transisi yamg mulus ketika kepala sekolah berpindah atau pensiun," ujar dia.
Aries berharap, dengan adanya profiling ini pihaknya dapat membaca potensi yang dimiliki kepala sekolah yang nantinya bisa dipakai sebagai bagian dari menempatkan mereka di posisi yang sesuai kemampuan, skill dan kompetensi yang dimiliki.
Namun, lanjut dia, jika hasilnya menunjukkan potensi yang bagus dan terlihat dari hasil kreatifitas, inovatif dan kolaboratif sesuai semangat IKI dan Cettar pihaknya juga akan memberikan apresiasi sebagai bagian dari reward atas kepemimpinan kepala sekolah yang dilihat dari hasil penilaian kompetensi yang dihasilkan.
"Kita ingin maju lebih cepat lagi dibidang pendidikan. Kemajuan teknologi menjadi tolak ukur apakah kepala sekolah dapat menyesuailan perkembangan saat ini dengan membangun sinergi bersama masyarakat atau komite, guru dan juga dengan berbagai pihak untuk pengembangan sekolah," pungkas dia.
Sementara itu, Rektor UINSA, Prof Akhmad Muzakki mengungkapkan telah menyiapkan tenaga psikolog untuk profiling kompetensi kepala sekolah. Sebab menurutnya, profiling kompetensi kepala sekolah ini tidak hanya sekedar asesmen kompetensi biasa.
Mengingat peran kepala sekolah sangat penting dalam satuan pendidikan karena berkaitan dengan pengelolaan manajerial.
"UINSA melalui Fakultas Psikologi ditugaskan melakukan profiling kompetensi. Ada 709 yang akan mengikuti proses ini, dan terbagi menjadi 7 tahap. Profiling akan dilakukan tiap minggu sesuai pertahapannya. Satu tahaannya akan diisi 100 kepala sekolah. Sehingga dari hasil ini bisa dijadikan based line data untuk melakukan penataan kepala sekolah," ungkapnya.
Prof Muzakki, juga menilai, profiling ini akan menjadi keuntungan bagi guru penggerak yang diangkat menjadi kepala sekolah.
Sebab, jika dilihat kembali, keterampilan komunikasi interpersonal yang dibutuhkan guru penggerak masih menjadi kekurangan.
"Catatan ini masih bolong di guru penggerak. Nah tentu dari hasil profiling nanti mereka akan tahu Dimana letak lubang-lubang yang perlu diintervensi dari Dinas Pendidikan," tandasnya.
5 Tempat Wisata Hits di Surabaya Wajib Dikunjungi, Atlantis Land hingga Adventure Land Romokalisari |
![]() |
---|
Sosok Suami Tumini yang 15 Tahun Tinggal Ponten Umum, Nasib Kini Harus Pindah, Bakal Dapat Bantuan |
![]() |
---|
Nasib Pengantin Nyaris Gagal Nikah Gegara Ditipu WO hingga Rugi Rp 74 Juta, Sosok Pelaku Terungkap |
![]() |
---|
Beda Cara Eri Cahyadi & Dedi Mulyadi Bina Anak Nakal, Jabar Ada Barak Militer, Surabaya Buka Asrama |
![]() |
---|
Lokasi Jan Hwa Diana Sembunyikan 108 Ijazah Eks Karyawan Terjawab, Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.