Berita Gresik
1 Nelayan Asal Gresik Ditemukan Tewas Atas Insiden 2 Perahu Tertimpa Rumah Kontainer di Madura
Sebanyak 14 nelayan asal Gresik yang menumpang dua perahu, mengalami kejadian buruk.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Samsul Arifin
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Sebanyak 14 nelayan asal Gresik yang menumpang dua perahu, mengalami kejadian buruk.
Mereka tertimpa bangunan rumah kontainer PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) di perairan Madura.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Insiden tersebut terjadi pada Selasa (11/6/2024) sekitar pukul 23.00 WIB. Dua orang ditemukan selamat.
Satu orang ditemukan meninggal dunia pada hari ini,Kamis (13/6/2024).
Lurah Kroman Fathan membenarkan, ada sejumlah warganya yang menjadi korban. Termasuk Safaq, korban yang ditemukan pada hari ini dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (13/6/2024) sekitar pukul 10.00 WIB.
Baca juga: 2 Perahu Nelayan Gresik Tertimpa Rumah Kontainer Saat Berlindung dari Cuaca Buruk, 7 Orang Hilang
“Kalau tidak salah, ada yang masih satu keluarga (korban yang belum ditemukan). Kakak beradik, Wawan dan Aris, anaknya Pak Marjuki,” kata Fathan, di Balai Kelurahan Kroman, Kamis (13/6/2024).
Selain kakak beradik tersebut, korban lain yang belum diketemukan diantaranya, M Lutfi, Mulyono, Abdul Ghofar, Oji dan Haris. Nama pertama, jelas Fathan, merupakan anak dari salah seorang perangkat di Kelurahan Kroman.
“Lutfi itu anak perangkat di sini. Bahkan kemarin dengar kabar itu, Bu Is sempat pingsan. Makanya hari ini saya suruh istirahat dulu. Sementara Mulyono itu anak dari sesepuh Balai Keling, orang yang dituakan di balai nelayan tersebut,” ucapnya.
Fathan menyebut, baru mengetahui, saat banyak warga memadati Balai Kelurahan Kroman dan membicarakan mengenai apa yang dialami para nelayan tersebut.
“Kemarin saya juga kaget, pas habis rapat terus kok banyak warga yang ke sini. Sementara saya lihat, Bu Is sudah guling-guling (di lantai). Kemudian saya diberitahu oleh warga, jika ada kejadian tersebut,” paparnya.
Fathan menambahkan, dari komunikasi dengan beberapa pihak keluarga korban yang masih belum ditemukan, pihak keluarga sudah pasrah dengan apa yang menjadi takdir Allah. Dengan mereka tetap berharap, anggota keluarganya dapat segera ditemukan.
“Sebenarnya pihak keluarga simpel saja, asal anaknya dapat ditemukan. Kalau Allah sudah berkehendak (dalam keadaan meninggal dunia), supaya bisa dimakamkan di kampung halaman,” tambahnya.
| Jadi Penyebab Mampetnya Saluran Air, Puluhan Bangunan Liar di Driyorejo Gresik Dibongkar |
|
|---|
| Gresik dan Lamongan Bakal Lakukan Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik |
|
|---|
| Duduk Perkara Siswa SMP di Gresik Jadi Korban Peluru Nyasar TNI , Sang Ibu Mengadu ke DPRD |
|
|---|
| Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 H di Gresik Berlangsung Damai, Wakil Ketua DPRD: Jadi Contoh |
|
|---|
| Update Kasus Pembunuhan Gadis Ojol di Kedamean Gresik, Pelaku Dihukum Seumur Hidup |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-orang-tenggelam-1.jpg)