Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Surabaya

Dosen Unesa Tulis Buku Sosiologi Bonek, Ajarkan Tentang Loyalitas dan Hapus Stigma Buruk

Stigma yang melekat tentang Surabaya kerap dikaitkan dengan Suporter Bonek yang menakutkan dan identik dengan kekerasan tidak jarang berakhir rusuh

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Sulvi Sofiana
Dr Raden Roro Nanik Setyowati MSi, dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuat buku tentang suporter Bonek. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Stigma yang melekat tentang Surabaya kerap dikaitkan dengan Suporter Bonek yang menakutkan dan identik dengan kekerasan tidak jarang berakhir ke kerusuhan. 

Hal ini membuat Dr Raden Roro Nanik Setyowati MSi, dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuat buku tentang kajian tentang kekerasan yang dilakukan suporter Bonek.

Suporter Bonek yang dikenal dengan sebutan Bonek Mania merupakan suporter dari Persebaya yang merupakan salah satu kesebelasan tertua dalam dunia persepakbolaan di Indonesia. 

Buku berjudul Sosiologi Bonek: Memahami Akar Kekerasan Perilaku Suporter Bonek inipun mendapat apresiasi dari para akademisi khususnya para suporter Persebaya dari kalangan akademisi.

"Lewat buku ini, pembaca saya ajak untuk melihat mengapa sampai terjadi kekerasan. Yang sering dilihat itu kekerasan dari bonek, tetapi ada aspek lain seperti loyalitas, solidaritas dan rela berkorban yang jarang di bahas. Jadi banyak faktor yang mengakibatkan kekerasan dilakukan oleh bonek,"ungkapnya usai acara bedah buku miliknya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unesa, Selasa (23/7/2024). 

Baca juga: Alasan Francisco Rivera Terima Pinangan Persebaya, Bonek dan Surabaya Jadi Daya Tarik Tersendiri

Dikatakan Nanik, bonek pada dasarnya merupakan suporter yang loyal.

Tapi memang perilaku kekerasan masih kerap dilakukan. 

Sehingga perlu dilakukan pendekatan kultural yang humanis agar perilaku kekerasan bonek bisa ditekan. 

"Mereka ini loyal, dan tahu kalau salah. Jadi memang harus diingatkan, makanya saya dan beberapa dosen lain menjadi pembimbing bonek Unesa untuk mengorangkan manusia karena membawa nama baik Unesa juga,"ujarnya.

Ia pun berharap pembaca buku ini tahu kenapa pendukung berbentuk komunitas ini melakukan kekerasan.

Dan bisa memanusiakan bonek dan membina para bonek agar bisa menjadi pendukung yang baik. 

"Saya berharap setiap suporter bisa saling menghargai perbedaan di luar lapangan. Dan menjadi pendukung yang baik,"pungkasnya.

Baca juga: Rachmat Irianto Selesaikan Studi S1 di Unesa Surabaya, Berharap Lanjut S2, Sebut Ingin Jadi Dosen

Sementara itu, Rojil Nugroho Bayu Aji SHum MA, Dosen Pendidikan Sejarah Unesa mengungkapkan jika buku yang dibuat Nanik patut diapresiasi karena melihat perspektif sosiologi dari perilaku kekerasan yang dilakukan bonek. 

"Buku semacam ini harus terus dikembangkan karena selama ini bonek itu dikenal kelompok sporter yang identik kekerasan dan kerusuhan,"ujarnya.

Menurutnya, buku Nanik bisa menjadi kajian untuk menganalisa kenapa kekerasan itu terjadi, sehingga nantinya bisa membuat interaksi dan studi bersama untuk membuat bonek menjadi suporter yang baik.

"Memang kekerasan simbolik yang dilekatkan pada bonek terus terjadi, namun dengan penguatan analis akademis terkait suporter yang baik akan membawa bonek menjadi lebih baik lagi,"pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved