Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

FKUB Jombang Satu Suara, Ciptakan Kota Santri Bersih dari Miras, Peredaran Diberantas Sampai Akar

FKUB) Kabupaten Jombang berharap peredaran miras diberantas sampai akar, ciptakan Jombang bersih dari minuman beralkohol

Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Anggit Puji Widodo
PEMBERANTASAN MIRAS - Pengurus FKUB Kabupaten Jombang saat hadir dalam konferensi pers operasi miras di halaman Kantor Satreskrim Polres Jombang, Jawa Timur pada Selasa (18/2/2025). Ingin peredaran miras diberantas sampai ke akar.  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Pujie Widodo

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Ingin Kabupaten Jombang bersih dari minuman keras (miras) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jombang berharap peredaran miras diberantas sampai akar. 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua FKUB Kabupaten Jombang, Munif Kusnan saat ikut hadir dalam agenda Konferensi Pers operasi miras di Halaman Satreskrim Polres Jombang pada Selasa (18/2/2025). 

Munif mengatakan jika seluruh pengurus FKUB terutama umat beragama di Kabupaten Jombang pastinya sepakat dan mendukung pihak Polres memberantas miras di Kota Santri. 

"Kami pengurus FKUB dari enam agama yang ada di Jombang Khonghucu, Buddha, Katolik, Kristen, kemudian Hindu, Islam pasti mendukung pemberantasan miras di Kabupaten Jombang," ucapnya. 

Ia menyebut bahkan jika perlu peredaran miras di Jombang bisa dibabat habis sampai ke akarnya. Mengingat, miras adalah penyebab utama seseorang bisa berbuat kejahatan yang mengandung unsur pidana. 

Baca juga: Jumlah Miras Ilegal Hasil Operasi Polisi Jombang Jelang Ramadan 2025, Kapolres: Diberantas

"Semuanya mendukung, harus benar-benar diberantas sampai ke akar-akarnya," katanya melanjutkan. 

Ulama kenamaan Kabupaten Jombang, KH Nur Hadi atau Mbah Bolong yang juga hadir pada kesempatan tersebut menyebut jika miras adalah sumber dari segala kejahatan. 

Baginya, tidak ada alasan manusia untuk menggak miras meskipun dalam keadaan sulit sekalipun. Baginya, semua agama pastinya melarang umatnya untuk berbuat kejahatan.

Baca juga: Modus Penipuan Oknum Wartawan Catut Nama Pemkab Jombang, Raup Rp 835 Juta, Korban Lapor Polisi

"Seperti pada kasus meninggalnya seorang wanita yang jasadnya ditemukan di sungai kemarin. Penyebab pelaku membunuh adalah karena sebelum melakukan aksi kejahatan itu, mereka meninggal miras. Karena itu saya berharap Polres bersama masyarakat, tokoh agama bisa bersatu memberantas miras sampai ke akarnya," ungkapnya.

Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan yang turun langsung memimpin konferensi pers ini menyebut jika ribuan botol miras yang disita pihak kepolisian ini merupakan bentuk keseriusan polisi untuk menumpas peredaran miras.

Baca juga: Fakta PNS Nyanyi dan Joget di Atas Meja Rapat, ada Botol Miras, Kadis Sebut Hiburan Biasa

Pihaknya juga menyebut akan tegas menindak peredaran miras di Kabupaten Jombang. Namun, terlebih dulu pihaknya akan mengawali itu dari internal kepolisian. 

"Kami tegaskan, peredaran miras di Kabupaten Jombang harus diberantas. Dimulai dari internal kepolisian yang harus bersih terlebih dulu dari miras," ucapnya. 

Baca juga: Pengakuan Pasutri di Mojokerto Produksi Miras Impor Palsu, Hasilkan 1 Karton per Minggu: Pesanan

Lebih lanjut, ia mengatakan jika aksi kekerasan yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Jombang terjadi karena pengaruh miras. Sebab itu, pihaknya ingin memastikan operasi ini bakal diperketat untuk menjamin lingkungan di masyarakat menjadi aman.

"Miras ini menjadi sumber atau faktor utama dari segala kejahatan yang bisa membuat seseorang melakukan tindak pidana. Karena sebelum melakukan aksi kejahatan, rata-rata pasti menggak miras dan mabuk," ungkapnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved