Ramadan 2025

Ngaji Ramadan, KH Ali Musthofa Pengasuh Ponpes Zainal Abidin Gresik Bedah Kitab Karya Hasyim Asyari

Pengasuh Ponpes Zainal Abidin KH. Ali Musthofa secara khusus mengkaji kitab ‘Adabul Alim wal Muta'alim’ karya KH. Hasyim Asy'ari selama bulan Ramadan

Penulis: Willy Abraham | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/Ponpes Zainal Abidin
NGAJI RAMADAN - Pengasuh Pesantren Zainal Abidin Bungah KH. Ali Musthofa mengkaji kitab kuning di bulan Ramadan. Kiai Ali secara khusus mengkaji kitab ‘Adabul Alim wal Muta'alim’ karya KH. Hasyim Asy'ari 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Pengasuh Ponpes Zainal Abidin KH. Ali Musthofa secara khusus mengkaji kitab ‘Adabul Alim wal Muta'alim’ karya KH. Hasyim Asy'ari selama bulan Ramadan 1446 Hijriyah.

Diketahui, ngaji pasanan sudah menjadi tradisi yang banyak dijumpai di pondok pesantren (ponpes) salaf atau tradisional di Indonesia. 

Tradisi ngaji Kitab kuning ini biasa dijalankan oleh santri maupun kalangan masyarakat umum selama bulan Ramadan.

Kitab Adabul Alim Wal Mutaalim merupakan Kitab kuning yang mengulas pedoman etika dan perilaku guru dan murid dalam proses belajar mengajar. Kitab ini telah diakui secara luas dalam tradisi keilmuan Islam dan terus dikaji di pesantren maupun lembaga pendidikan Islam di seluruh dunia.

“Ngaji pasanan sudah menjadi tradisi di pesantren ini (Ponpes Zainal Abidin Bungah) setiap bulan ramadan. Tahun ini abah ngaji kitab Adabul Alim wal Muta'alim karya KH. Hasyim Asy'ari,” kata Abdul Malik, putra pengasuh Ponpes Zainal Abidin, Minggu (2/3/2025).

Baca juga: Jadwal dan Link Pendaftaran Program Intensif Ramadan 2025 dari Kemenag, Peserta Belajar Kitab Kuning

Gus Malik sapaan akrabnya menjabarkan, keilmuan yang termuat dalam kitab kuning karya para ulama masih sangat relevan dengan kondisi kekinian dengan berbagai tantangan sosial. Sehingga bisa menjadi pedoman dan pondasi dalam kehidupan bermasyarakat, terutama bagi para santri.

“Maka ngaji kitab kuning itu ibarat ruhnya pesantren. Santri-santri yang sedang mondok wajib ngaji, sekalipun mereka sekolah ataupun kuliah, tetapi ngaji tetap menjadi kewajiban yang terus dijalankan,” terang dia.

Selain kitab Adabul Alim wal Muta’alim yang dibacakan oleh pengasuh, beberapa kitab kuning juga akan dikaji di pesantren Zainal Abidin Bungah selama bulan suci Ramadan 1446 Hijriyah. Seperti kitab Washaya Al Abaa' Lil Abnaa' karya Syaikh Muhammad Syakir.

Baca juga: Dukung Aktivitas Ramadan Driver Ojol, vivo Rilis Smartphone Y29 yang Tangguh Seharga Rp 2 Jutaan

“Beberapa kitab kuning juga akan dibacakan oleh pengurus pondok selama bulan Ramadan,” ucap Gus Malik.

Pengurus Pesantren Zainal Abidin Bungah, Zainal Arifin mengatakan bahwa kegiatan ngaji pasanan akan berjalan hampir sebulan penuh selama bulan ramadan. Seluruh kitab kuning yang dikaji juga akan sekaligus dikhatamkan.

Baca juga: Festival Kitab Kuning Banyuwangi 2024, Angkat Perjuangan Santri Menjaga Negeri

“Biasanya sampai tanggal 27 Ramadan, kitab kitab kuning akan dikaji sampai khatam,” imbuhnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved