Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Arti Kata Wahabi, Ketua PBNU Sebut Aktivis Tolak Tambang Raja Ampat 'Wahabi', Gus Ulil: Ekstrem

Apa arti kata wahabi? viral di media sosial, Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla sebut aktivis tolak tambang nikel di Raja Ampat sebagai wahabi.

Editor: Hefty Suud
KOLASE KOMPAS TV
AKTIVIS DISEBUT WAHABI - Aktivis lingkuhan penolak tambang Raja Ampat, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik (foto kiri) disebut wahabi oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulil Abshar Abdalla (foto kanan). Apa arti kata wahabi? 

TRIBUNJATIM.COM - Persoalan tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, hingga kini ramai menjadi sorotan. 

Pasalnya aktivitas tambang di sana merusak ekosistem alam Raja Ampat yang dijuluki sebagai Surga Terakhir di Bumi.

Baru-baru ini ramai Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik disebut wahabi oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulil Abshar Abdalla

Iqbal Damanik disebut wahabi karena menolak keras aktivitas tambang di Raja Ampat. 

Ucapan Ulil Abshar Abdalla menyebut aktivis lingkungan sebagai wahabi ini viral di media sosial.

Lantas apa arti kata wahabi sebenarnya? 

Kata wahabi sendiri berkaitan dengan sebuah aliran dalam Islam yang cukup kontroversial.

Aliran ini medapatkan kerap banyak kritikan dan hujatan dari berbagai pihak.

Hal ini disebabkan karena wahabi memiliki pemikiran-pemikiran kontroversial.

Melansir dari Kompas.com, Wahabi adalah gerakan pembaharuan dan pemurnian Islam yang dipelopori oleh Muhammad bin Abdul Wahab bin Sulaiman at-Tamimi (1115-1206 H / 1703-1792 M) dari Najd, Semenanjung Arabia.

Baca juga: Kelakuan Asli Bahlil Coba Tutupi Mafia Tambang Raja Ampat Terbongkar, Said Didu Ungkap Sosok Mafia

Istilah Wahabi telah dikenal semasa Ibn Abdul Wahab hidup, tapi bukan atas inisiatif dirinya melainkan berasal dari lawan-lawannya. Ini berarti, istilah Wahabi merupakan bagian dari rangkaian stigma terhadap gerakannya.

Kaum Wahabi mengklaim sebagai muslim yang berkiblat pada ajaran Islam yang pure, murni. Mereka sering juga menamakan diri sebagai muwahiddun, yang berarti pendukung ajaran yang memurnikan keesaan Allah (tauhid).

Tetapi, mereka juga menyatakan bahwa mereka bukanlah sebuah mazhab atau kelompok aliran Islam baru, tetapi hanya mengikuti seruan (dakwah) untuk mengimplementasikan ajaran Islam yang (paling) benar.

Tujuan awal aliran Wahabi adalah mengembalikan umat kepada ajaran Islam yang murni seperti yang termuat dalam Alquran dan sunah.

Karenanya, tauhid merupakan tema pokok dalam doktrin Wahabi. John L Esposito menegemukakan bahwa Abdul Wahhab memandang tauhid sebagai agama Islam itu sendiri.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved