Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Data Ulang Mandor dan Jupang Terminal Arjosari Malang Ditargetkan Rampung Akhir Juli 2025

Hingga kini, pihak Terminal Arjosari Malang masil melakukan pendataan ulang juru panggil (jupang) penumpang dan mandor bus.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
PENDATAAN (Arsip) - Kepala Terminal Arjosari Malang, Mega Perwira Donowati saat ditemui TribunJatim.com, Rabu (11/6/2025). Pendataan ulang juru panggil (jupang) penumpang dan mandor bus masih terus dilakukan pihak Terminal Arjosari Malang. 

"Kami lakukan secepatnya, insyaallah pertengahan bulan atau paling lambat akhir bulan Juli ini sudah rampung," tambahnya.

Saat disinggung mengenai kriteria untuk menjadi jupang atau mandor resmi, Mega menjelaskan terkait hal itu merupakan kewenangan penuh dari masing-masing perusahaan otobus.

"Terkait itu, perusahaan yang tahu bukan dari kami. Kami tidak bisa intervensi," tandasnya.

Pengeroyokan TNI di Terminal Arjosari

Seorang perwira TNI Angkatan Laut (AL) Letda Laut (PM) Abu Yamin dikeroyok sejumlah orang saat berada di Terminal Arjosari Malang pada Kamis (26/6/2025) sekitar pukul 19.30 WIB.

Korban yang berdinas sebagai anggota Polisi Militer TNI Angkatan Laut (POMAL) di Lantamal V Surabaya ini dikeroyok preman dan juru panggil (jupang) penumpang.

Menantu korban, Muhammad Fadholi (33) mengatakan, kondisi Letda Abu Yamin mulai membaik dan sudah bisa menceritakan kronologi atau awal mula pengeroyokan tersebut.

"Kalau pulang, bapak saya itu (Letda Abu Yamin) biasanya turun di Taman Ken Dedes, tetapi sekarang kan harus turun di dalam terminal. Pada saat turun di dalam terminal itu, kebetulan ada temannya yang pedagang asongan mengajak ngopi," ujarnya kepada TribunJatim.com, Senin (30/6/2025).

Di saat mengopi itulah, Letda Abu Yamin melihat ada cekcok antara kondektur bus dan juru panggil penumpang (jupang).

Kemudian, ia bermaksud melerai kejadian tersebut.

"Katanya, jupang ini meminta sejumlah uang ke kondektur bus lalu bapak saya ini melerai dan menegur sambil bilang kasihan. Akhirnya pelaku ini enggak terima, lalu memanggil teman-temannya dan mengeroyok bapak saya," terangnya.

Fadholi mengungkapkan, pelaku yang terlibat pengeroyokan itu berjumlah 15 orang dan langsung berkerumun memukuli korban.

"Kurang lebih ada 15 orang yang mengeroyok bapak saya. Jadi, bapak saya dikerumunin dan langsung dihajar. Sempat ada seseorang mau menolong ayah saya, tetapi justru ditendang sama pelaku," ungkapnya.

Saat ditanya terkait berapa pelaku yang sudah ditangkap, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti.

"Setahu saya, ada tiga pelaku menyerahkan diri ke Polresta Malang Kota. Kalau yang lainnya belum, masih dalam pengejaran," tandasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved