Satpam dan Pengangguran Ngaku Polisi Peras Pedagang Sayur Rp25 Juta, Modus Mau Ritual Gandakan Uang
Bahkan dua tersangka ini mengaku sebagai anggota polisi Polres Batu, padahal YN bekerja sebagai satpam, sedangkan SF merupakan seorang pengangguran.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Samsul Arifin
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Dya Ayu
TRIBUNJATIM.COM, BATU - Seorang satpam dan pengangguran ngaku Polisi di wilayah Batu.
FS (29) pria asal Pujon yang merupakan pedagang sayur menjadi tersangka sekaligus otak kejahatan pemerasan yang terjadi pada seorang bernama Agung alias Dipo, ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Batu, Sabtu (5/7/2025).
FS tak hanya seorang diri, dua tersangka lain YN (63) dan SF (49) juga ditangkap karena turut serta melakukan pemerasan dan juga penyekapan terhadap korban yang terjadi pada 21 Juni lalu.
Bahkan dua tersangka ini mengaku sebagai anggota polisi Polres Batu, padahal YN bekerja sebagai satpam, sedangkan SF merupakan seorang pengangguran.
Kasat Reskrim Polres Batu, Iptu Joko Suprianto menjelaskan awal mula terjadinya tindak pidana pemerasan itu.
Baca juga: Baru 5 Bulan Gabung, Anggota Ormas ini Ngaku Dapat Rp 7 Juta Perbulan dari Pemerasan Tarif Parkir
“Jadi korban ini didatangi oleh tersangka FS yang minta tolong pada korban untuk dicarikan orang pintar yang bisa menggandakan uang. Karena korban ini dikenal teman-temannya banyak kenal dengan orang-orang spiritual, dukun, barang antik dan pusaka akhirnya FS merapat ke korban. Kemudian terjadilah akad untuk bertemu seseorang yang dikenal sebagai Gus di Blitar. Dari tindak lanjut itu korban dan FS berencana berangkat ke wilayah Gunung Bromo untuk melakukan ritual penggandaan uang,” kata Iptu Joko Suprianto, Sabtu (5/7/2025).
Sebelum berangkat ke Gunung Bromo, saat diperjalanan FS mengetahui korban membawa uang mainan pecahan Rp 100.000 bergambar doraemon.
“Dari situ dikembangkanlah oleh FS, dengan memanggil dua tersangka lain yakni YN dan SF untuk bertemu di wilayah Kota Batu. Jadi sebelum berangkat ke Gunung Bromo mau melakukan ritual korban dibawa ke salah satu Indomaret di Kota Batu,” ujarnya.
Baca juga: Baru Kenal 2 Bulan, Rayyan Alkadrie Sering Minta Uang Pacar Sesama Jenis, Peras Korban Rp20 Juta
Saat berada di dalam mobil depan salah satu Indomaret di Kota Batu, tersangka YN dan SF yang sebelumnya sudah dikontak oleh FS tiba-tiba masuk mobil yang mengaku sebagai polisi.
“Mereka mengaku sebagai anggota polisi Polres Batu dan melakukan penggeledahan terhadap korban serta tangan korban diborgol, HP korban disita dan tas berisi uang mainan doremon itu juga ikut disita,” jelasnya.
Baca juga: Mobil Tua Jadi Persembunyian Pesinetron yang Peras Pacar Sesama Jenis Rp 20 Juta, Sempat Mengelak
Kemudian setelah korban diamankan didalam mobil, tersangka menakut-nakuti dengan ancaman mau mengarahkan korban ke Polres Batu untuk dilakukan pemeriksaan, namun nyatanya korban tidak dibawa ke Polres Batu melainkan diajak berputar-putar sampai akhirnya berhenti di kawasan Jalibar Batu.
Menurut penuturan korban, di sana dua tersangka yang mengaku sebagai polisi mengajak berunding dan meminta korban untuk menyiapkan uang sebesar Rp 25 juta agar tidak diproses.
Baca juga: Oknum LSM Jual Kalender Rp1.500.000 Kini Minta Maaf ke Bupati, Ngaku Cuma Minta Uang Seikhlasnya
“Karena korban tidak punya uang dan hanya menyanggupi Rp 10 juta, akhirnya ke tiga tersangka membawa korban kerumah tersangka FS yang ada di Pujon. Di rumah tersangka FS, korban disekap dengan tangan diborgol selama semalam,” terangnya.
Keesokan harinya korban diberikan fasilitas HP untuk telefon keluarganya. Kepada sang istri korban meminta uang Rp 25 juta dengan alasan sedang ditangkap polisi dan jika tidak membayar uang senilai yang diminta maka akan dipenjara.
Baca juga: Diduga Pesta Narkoba di Kawasan Rumah Sakit, Satpam di Sumenep Madura Ditangkap Polisi
satpam
pengangguran
Polres Batu
berita Kota Batu terkini
ViralLokal
pemerasan
gandakan uang
TribunJatim.com
jatim.tribunnews.com
Cerita Endang Pedagang Rujak Cingur di Polsek Tegalsari Surabaya Dibakar, Warung Ludes : Ya Allah |
![]() |
---|
Sosok & Rekam Jejak Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, Eko Patrio, Uya Kuya yang Dinonaktifkan dari DPR RI |
![]() |
---|
Ketua Aptisi Jatim Serukan Seluru PTS Berperan Aktif Jaga Stabilitas di Tengah Gelombang Aksi |
![]() |
---|
4 Artefak Bernilai Sejarah Dilaporkan Hilang Dijarah saat Kantor DPRD Kabupaten Kediri Dibakar |
![]() |
---|
Eko Patrio dan Uya Kuya Dinonaktifkan PAN dari Anggota DPR RI |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.