Jawa Timur Menuju Kedaulatan Pangan, Produksi Padi Naik Alsintan Digencarkan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa produksi padi Jatim di periode Januari-Agustus 2025 meningkat 11,78 persen

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Samsul Arifin
Humas Pemprov Jatim
GENJOT PRODUKTIVITAS- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan alsintan moderen pada petani. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas hasil panen padi Jatim. 

Poin Penting

  • Jawa Timur mencatat kenaikan produksi padi sebesar 11,78 persen (YoY) pada Januari–Agustus 2025, mencapai 8,1 juta ton GKG. Target akhir tahun sebesar 12,6 juta ton diyakini tercapai
  •  Produksi jagung pipilan kering Jatim naik 10,08 persen menjadi 2,81 juta ton, memperkuat kontribusi Jatim sebagai penyumbang utama jagung nasional
  • Pemprov Jatim gencar menyalurkan alat dan mesin pertanian modern seperti combine harvester untuk mengurangi potensi kehilangan hasil panen hingga 10 persen dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Jawa Timur semakin mengukuhkan posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengumumkan bahwa produksi padi Jatim periode Januari–Agustus 2025 mencapai 8,1 juta ton GKG, naik 11,78 persen dibanding tahun sebelumnya.

Dengan target akhir tahun sebesar 12,6 juta ton, optimisme pun menguat.

Di balik lonjakan ini, modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi kunci, termasuk penyaluran combine harvester yang diyakini mampu mengurangi potensi kehilangan hasil panen hingga 10 persen

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa produksi padi Jatim di periode Januari-Agustus 2025 meningkat 11,78 persen secara year on year dengan angka total 8,1 juta ton GKG.

Dengan angka ini, Khofifah makin optimistis target produksi hingga akhir tahun sebesar 12,6 juta ton bisa tercapai.

Baca juga: 77 Hektare Padi Organik Dipanen di Kediri, Ketahanan Pangan Ramah Lingkungan

“Kita punya cita-cita tak hanya Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara tapi diharapkan juga dapat menjadi gerbang bagi kedaulatan pangan daerah dan nasional," tegas Khofifah, Jumat (1/8/2025).

Semangat itu ditegaskan Khofifah bukan tanpa alasan. Pasalnya, merujuk pada angka tetap BPS 2024, Jatim menyumbang 17,44 persen produksi padi nasional atau sebesar 9,270 juta ton GKG atau setara 5,352 juta ton beras.

Selain beras, keunggulan sektor pangan Jatim juga berasal dari produktivitas jagung. Data BPS di tahun 2024, produksi jagung pipilan kering Jatim sebesar 4,59 juta ton menyumbang 30,36 persen produksi jagung nasional. 

Baca juga: Jember Tak Lagi Krisis BBM, Gubernur Khofifah Ungkap Rasa Syukur hingga Bagikan Bensin Gratis

“Kalau untuk jagung, produksi kita di periode Januari–Agustus 2025 naik 10,08 persen atau setara dengan 2.810.288 ton,” tegas Khofifah. 

Guna meningkatkan produktivitas padi di Jatim, Gubernur Khofifah kini sedang gencar memodernisasi alsintan para petani. 

Bantuan alsintan disalurkan di sejumlah daerah. Salah satunya di Jember. Khofifah menyerahkan cultivator, handtraktor roda dua, handtraktor rotary dan combine harvester ukuran besar. 

Baca juga: Percepat Tambahan Lahan Tanam Padi dan Jagung, Pemkab Lamongan Salurkan Alsintan Bantuan Pusat

Gubernur Khofifah mengatakan, bantuan alsintan kini digencarkan sebagai upaya Pemprov Jatim mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus pengembangan kawasan agropolitan di Jawa Timur. 

Melalui penyaluran Alsintan yang lebih modern, lanjut Khofifah, diharapkan dapat mempercepat transformasi pertanian berbasis mekanisasi, efisiensi, sekaligus peningkatan produktivitas petani di Jawa Timur. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved