Telur Program GAYATRI Jadi Alternatif Murah Warga Bojonegoro Menjelang Ramadan

Di Desa Mori, Kecamatan Trucuk, misalnya, aktivitas di kandang ayam milik Unun Choirul Amin (44) tampak lebih sibuk dibanding hari biasa.

Tayang:
Penulis: Misbahul Munir | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Misbahul Munir
PROGRAM GAYATRI - Unun Choirul Amin (44) penerima manfaat program gerakan beternak ayam petelur mandiri asal Desa Mori Kecamatan Trucuk, Bojonegoro 

“Setiap minggu kami lakukan pengecekan. Pakan masih tersuplai dengan baik. Kami juga punya grup WhatsApp untuk koordinasi, jadi setiap hari ada diskusi tentang perawatan ayam,” kata Aris.

Di Desa Mori terdapat 16 keluarga penerima manfaat yang saat ini menjalankan usaha ternak ayam petelur melalui Program GAYATRI.

"Ada Sebanyak 6 keluarga mendapat dukungan dari anggaran desa, sementara 10 lainnya berasal dari program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro," jelasnya.

Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan menjelang Ramadan, keberadaan peternak lokal binaan GAYATRI turut membantu menjaga ketersediaan pasokan di tingkat desa.

Warga memiliki alternatif sumber telur dengan harga lebih terjangkau, sementara keluarga penerima manfaat memperoleh tambahan pendapatan yang berkelanjutan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved