Komplotan Maling Trafo PLN di Gresik Tertangkap, Hendak Dijual ke Madura Seharga Rp 14 Juta
Satreskrim Polres Gresik berhasil membongkar aksi pencurian trafo PLN yang kerap menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Ndaru Wijayanto
"Di Gresik sembilan TKP, di Bangkalan, Madura satu TKP dan di Kabupaten Ngawi 14 TKP. Peran masing-masing tersangka ED berperan sebagai sopir, HL berperan eksekusi, MH berperan eksekusi, D.W berperan eksekusi, bagian sewa mobil di Cilegon, RF berperan eksekusi," jelasnya.
Barang bukti yang diamankan tiga buah gunting besi, satu buah linggis, satu buah palu besi, dua buah kunci pas ring, satu buah topi kupluk, satu buah plat nomor palsu, satu buah rompi warna biru, satu buah karung warna putih.
"Akan dijual di wilayah Bangkalan, Madura. Dijual seharga Rp 14 juta untuk satu unitnya, total ada 29 Trafo. Berdasarkan pengalaman hampir semua residivis berulang TKP yang sama. Tiga pemain lama, dua pemain baru," ungkap Kapolres.
Baca juga: Biaya Pindah Trafo Masjid At-Taqwa Banyubang Lamongan Capai Rp 80 Juta, Warga Seketika Pusing
Kelima tersangka ini dijerat Pasal 477 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP, dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.
"Atas dasar kejadian ini, kami dari Polres Gresik menghimbau pada seluruh masyarakat agar waspada terhadap orang yang tidak dikenal dan dicurigai. Jika ditempat tinggal milik saudara terjadi suatu peristiwa pidana segera Laporkan kepada pihak yang berwajib atau telepon ke 110 Polres Gresik, Mari kita jaga wilayah Gresik agar aman dan kondusif," tutup Kapolres
Sementara itu, Identitas tersangka berinisial ED berusia 41 tahun warga Desa Keusik, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
HL berusia 34 tahun warga Desa Kosambironyok, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Kemudian, MH berusia 32 tahun asal Deringo Kulon, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Provinsi Banten.
Ketiganya adalah residivis yang sama pada tahun 2023 dan menjalani hukuman 2 tahun. Dan TKP yang sama di Gresik.
Pemain barunya adalah DW berusia 32 tahun asal Kelelet, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Provinsi Banten. Langsung beraksi menjadi maling trafo di Gresik.
Satunya lagi adalah RF berusia 34 tahun asal Batokban, Sok-sok, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Beraksi satu kali mencuri trafo PLN di Bangkalan, Madura.
| Gresik United Uji Tim Pra GU dengan Seleksi Lokal Gresik, Gethuk: Masih Kita Perbaiki Lagi |
|
|---|
| Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir Dipanggil BK Imbas Video Viral Adu Mulut saat Penertiban PKL |
|
|---|
| 8 Dapur MBG di Gresik Disuspend Gegara Belum Dilengkapi Sarana IPAL sesuai Standar, Wali Murid Heran |
|
|---|
| Tribun Putih Abu-Abu Futsal 2026, Pelatih Gresik United Sebut Efektif Jaring Bibit Muda Berbakat |
|
|---|
| Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir: Tribun Putih Abu-Abu Futsal Jadi Jalan Atlet Muda Menuju Spanyol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Tampang-lima-maling-trafo-PLN-dikeler-di-Mapolres-Gresik-Senin-642026.jpg)