Prediksi Kemarau Panjang, Bupati Yani Minta Gerak Cepat: Jangan Tunggu Masyarakat Krisis Air

Sedikitnya enam Kecamatan berpotensi terdampak di fase awal, dan bisa meluas hingga 12 Kecamatan saat puncak kemarau.

Tayang:
Penulis: Sugiyono | Editor: Alga W
AKD Balongpanggang
KEMARAU - Ilustrasi berita Pemerintah Kabupaten Gresik menaikkan level kewaspadaan menyusul prediksi musim kemarau yang datang lebih awal akhir April 2026. 

Gus Yani juga mendorong kesiapsiagaan BPBD kabupaten Gresik hingga tingkat rumah tangga, dengan memastikan masyarakat memiliki cadangan air secara mandiri.

"Minimal setiap rumah punya jerigen atau tandon. Kita harus membangun kesiapan dari bawah," tambahnya.

Petakan wilayah rawan

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Sukardi mengatakan, pemetaan wilayah rawan telah dilakukan sebagai dasar intervensi.

"Kami sudah siapkan distribusi air bersih secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan," kata Sukardi.

"Yang menjadi perhatian adalah dukungan operasional, khususnya BBM, karena distribusi ini akan berlangsung rutin selama musim kemarau," imbuhnya.

Selain itu, Sukardi menambahkan, BPBD terus memperkuat koordinasi dengan Kecamatan dan Desa agar distribusi air tidak terlambat dan benar-benar menyasar wilayah yang paling membutuhkan.

Dengan musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dan luas pada tahun 2026, ini menjadi ujian serius bagi kesiapan Daerah.

Pesan Bupati Yani sudah jelas, tidak ada ruang untuk lambat dan tidak ada alasan untuk tidak siap. 

"Pemkab Gresik juga mulai menggeser pendekatan dari sekadar penanganan darurat menuju pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan, termasuk untuk mendukung sektor pertanian," katanya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved