Prediksi Kemarau Panjang, Bupati Yani Minta Gerak Cepat: Jangan Tunggu Masyarakat Krisis Air

Sedikitnya enam Kecamatan berpotensi terdampak di fase awal, dan bisa meluas hingga 12 Kecamatan saat puncak kemarau.

Penulis: Sugiyono | Editor: Alga W
AKD Balongpanggang
KEMARAU - Ilustrasi berita Pemerintah Kabupaten Gresik menaikkan level kewaspadaan menyusul prediksi musim kemarau yang datang lebih awal akhir April 2026. 

Ringkasan Berita:

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik menaikkan level kewaspadaan menyusul prediksi musim kemarau yang datang lebih awal dan diprediksikan akhir April 2026.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mengatakan, musim kemarau yang menjadi ancaman kekeringan di Kabupaten Gresik tahun 2026, tidak lagi bisa dipandang sebagai siklus tahunan biasa.

Baca juga: Jelang Muktamar NU, Gus Kikin Akui Siap Menjalankan: Kalau Didorong & Dianggap Mampu

Dari data yang disampaikan Bupati Yani menunjukkan, sedikitnya enam Kecamatan berpotensi terdampak di fase awal, dan bisa meluas hingga 12 Kecamatan saat puncak kemarau pada bulan Juli–September.

"Situasi ini menuntut perubahan cara kerja Pemerintah dari sekadar respons menjadi antisipasi yang terukur," kata Bupati Yani dalam rilis Diskominfo Gresik.

Bupati Gresik Yani secara tegas mengingatkan seluruh jajaran dinas terkait agar tidak menunggu krisis terjadi.

"Jangan tunggu masyarakat kesulitan air bersih baru kita bergerak. Semua harus sudah siap dari sekarang," kata Bupati Yani saat Rapat One Week Program di Ruang Rapat Graita Eka Praja.

"Kecamatan harus tahu titik rawan, desa harus tahu kondisinya. Tidak boleh ada yang terlambat," imbuhnya.

Sementara Pemkab Gresik melalui BPBD telah menyiapkan skema intervensi berupa dropping air.

Sejumlah sarana disiagakan, mulai dari lima unit truk tangki, puluhan tandon air, hingga ratusan jerigen.

Namun di balik kesiapan, ada tantangan nyata yaitu keterbatasan armada untuk menjangkau seluruh wilayah terdampak.

"Dengan keterbatasan ini, kita tidak bisa kerja biasa. Harus berbasis data, harus tepat sasaran, dan harus cepat," kata Bupati Gresik Yani yang akrab disapa Gus Yani.

Selain itu, Gus Yani juga menegaskan, solusi tidak bisa hanya bergantung pada droping air.

Pemanfaatan sumber air alternatif dan kerja sama lintas sektor menjadi kunci.

"Kita harus berani keluar dari pola lama. Sumber air yang ada harus dioptimalkan. Termasuk kerja sama dengan pihak swasta. Ini soal strategi, bukan hanya sekadar bantuan," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved