Tradisi dan Budaya di Jatim
Meras Gandrung, Wisuda Sakral Penari Banyuwangi dengan Ritual Gurah dan Omprog
Meras Gandrung bukan sekadar tari! Intip ritual 'wisuda' sakral penari Banyuwangi, mulai dari pembersihan suara hingga pengukuhan mahkota omprog.
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
Untuk mencapai tahap Meras Gandrung, seorang penari harus menjalani latihan intensif dalam waktu yang cukup lama. Latihan tersebut meliputi gerak tari, olah vokal, serta pemahaman tradisi.
Dinukil dari banyuwangikab.go.id, para penari Gandrung biasanya berlatih selama berbulan-bulan sebelum mengikuti prosesi ini.
Selain itu, penari juga harus menjalani proses pupuh atau gurah, yaitu pembersihan saluran pernapasan agar suara menjadi lebih jernih.
Proses ini cukup menyakitkan karena cairan dimasukkan melalui hidung untuk mengeluarkan lendir.
Semua tahapan ini menjadi bagian dari ujian yang harus dilalui sebelum seorang penari dinyatakan layak menjalani Meras Gandrung.
Baca juga: Dari Dam Karangdoro, Tradisi Bubak Bumi di Banyuwangi Jadi Simbol Kebersamaan Petani
Prosesi Ritual yang Sakral
Prosesi Meras Gandrung biasanya dipimpin oleh penari Gandrung senior yang memiliki pengalaman dan otoritas dalam tradisi tersebut.
Salah satu simbol penting dalam ritual ini adalah pemasangan omprog, yakni mahkota penari Gandrung.
Pemasangan omprog menjadi tanda bahwa penari telah resmi menjadi Gandrung profesional sesuai dengan pakem yang berlaku.
Selain itu, ritual ini juga melibatkan doa, mantra, serta berbagai simbol spiritual yang memperkuat makna sakralnya.
Mengutip berbagai sumber, prosesi ini sering digelar di lokasi terbuka seperti Pantai Boom Marina yang menjadi pusat pertunjukan budaya.
Baca juga: Mengenal Karapan Kambing Probolinggo, Tradisi Asimilasi Budaya Jawa Madura Wujud Kerja Keras
Pelestarian Tradisi
Meras Gandrung tidak hanya menjadi ritual budaya, tetapi juga daya tarik wisata yang mampu memikat perhatian masyarakat luas, termasuk wisatawan mancanegara.
Disitir dari kompas.com, prosesi ini bahkan menarik penari diaspora dari berbagai daerah hingga luar negeri untuk ikut merasakan pengalaman budaya tersebut.
Kehadiran ribuan penari dalam Meras Gandrung menunjukkan betapa kuatnya tradisi ini dalam kehidupan masyarakat Banyuwangi.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal dan melestarikan budaya lokal.
Dengan terus digelar secara rutin, Meras Gandrung menjadi bukti bahwa tradisi lokal dapat tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.
Sendratari Meras Gandrung
Meras Gandrung
Wisuda Sakral Penari Banyuwangi
Ritual Gurah
Pemasangan Omprog
budaya Banyuwangi
Banyuwangi
meaningful
Jawa Timur
Tribun Jatim
TribunJatim.com
Tradisi Banyuwangi
ritual sakral
| Kirab Bedhol Pusaka di Ponorogo, Ritual Sakral Napak Tilas Sejarah Batoro Katong |
|
|---|
| Dari Dam Karangdoro, Tradisi Bubak Bumi di Banyuwangi Jadi Simbol Kebersamaan Petani |
|
|---|
| Mengenal Karapan Kambing Probolinggo, Tradisi Asimilasi Budaya Jawa Madura Wujud Kerja Keras |
|
|---|
| Tari Kuntulan Banyuwangi, Harmoni Dakwah dalam Gerak Rancak dan Irama Hadrah Khas Osing |
|
|---|
| Tradisi Keboan Aliyan di Banyuwangi, Ritual Tolak Bala Mirip Kerbau dan Syukuran Hasil Bumi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/meras-gandrung-di-taman-terakota-gandrung-banyuwangi.jpg)