Tradisi dan Budaya di Jatim

Meras Gandrung, Wisuda Sakral Penari Banyuwangi dengan Ritual Gurah dan Omprog

​Meras Gandrung bukan sekadar tari! Intip ritual 'wisuda' sakral penari Banyuwangi, mulai dari pembersihan suara hingga pengukuhan mahkota omprog.

Tayang:
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com/Haorrahman
MERAS GANDRUNG BANYUWANGI - Meras Gandrung adalah ritual sakral dan wisuda penari Gandrung di Banyuwangi, Jawa Timur, yang menandakan seseorang telah lulus pelatihan olah gerak, suara, dan tradisi, serta siap menari secara utuh. 

Ringkasan Berita:
  • Meras Gandrung adalah ritual wajib atau wisuda yang menandai kelulusan seorang penari untuk menjadi Gandrung profesional yang sah secara tradisi.
  • Penari wajib menjalani latihan intensif serta proses gurah (pembersihan pernapasan) yang menyakitkan demi menghasilkan suara yang jernih.
  • Puncak acara ditandai dengan pemasangan mahkota omprog oleh senior, disertai doa dan mantra sebagai simbol kesiapan spiritual dan profesional.

 

TRIBUNJATIM.COM - Tradisi Meras Gandrung menjadi salah satu ritual penting dalam kesenian khas Banyuwangi. Prosesi ini menandai kelulusan seorang penari untuk menjadi Gandrung yang siap tampil secara utuh di hadapan publik.

Gandrung sendiri dikenal sebagai ikon budaya Banyuwangi yang memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat.

Tidak sekadar tarian, Gandrung juga sarat dengan unsur ritual yang diwariskan secara turun-temurun.

Meras Gandrung merupakan tahapan wajib yang harus dilalui oleh setiap calon penari sebelum dianggap sah menjadi Gandrung profesional.

Ritual ini tidak hanya menguji kemampuan menari, tetapi juga melibatkan latihan vokal, penguasaan tradisi, hingga kesiapan fisik dan mental penari.

Tradisi ini kerap menjadi bagian dari rangkaian acara besar seperti Gandrung Sewu yang melibatkan ribuan penari.

Filosofi Meras Gandrung

Pementasan sendratari Meras Gandrung di Taman Gandrung Terakota Banyuwangi.
Pementasan sendratari Meras Gandrung di Taman Gandrung Terakota Banyuwangi. (Istimewa/TribunJatim.com)

Meras Gandrung memiliki makna mendalam sebagai simbol kelulusan dan pengukuhan seorang penari.

Dalam tradisi ini, penari yang telah melalui proses panjang dinyatakan siap tampil secara profesional.

Dilansir dari sidita.disbudpar.jatimprov.go.id, ritual ini ibarat wisuda bagi seorang Gandrung setelah menguasai gerak tari dan vokal.

Selain itu, Meras Gandrung juga menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi.

Dikutip dari sumber budaya, pada masa lalu Gandrung tidak hanya berperan sebagai penari, tetapi juga sebagai penyembuh dalam masyarakat.

Dengan demikian, Meras Gandrung bukan sekadar ritual seni, melainkan juga simbol kedewasaan spiritual seorang penari.

Baca juga: Tradisi Ithuk-Ithukan Banyuwangi, Simbol Kebersamaan Warga Dusun Rejopuro

Proses Latihan dan Ujian Penari

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved