Sejarah di Jatim

Pesona Candi Rambut Monte, Perpaduan Sejarah, Mitos dan Keindahan Alam di Blitar

Dengan perpaduan sejarah, alam, mitos, dan legenda, menjadikan Candi Rambut Monte di Blitar sebagai destinasi wisata religi yang penuh cerita.

Tayang:
Kompas.com
CANDI RAMBUT MONTE – Situs bersejarah yang diperkirakan berasal dari masa Majapahit dan dulunya digunakan sebagai tempat pemujaan umat Hindu. Bangunan dari batu andesit yang kini tersisa pada bagian kaki dan tubuh ini berada di kawasan telaga jernih berwarna biru kehijauan, yang dihuni “ikan dewa” (ikan sengkaring) serta lekat dengan legenda Mbah Monte, menghadirkan perpaduan nilai sejarah, mistis, dan keindahan alam. 

Telaga ini juga dihuni oleh ratusan ikan sengkaring atau yang dikenal sebagai “ikan dewa”.

Masyarakat setempat meyakini ikan-ikan tersebut sebagai makhluk keramat, sehingga tidak ada yang berani menangkap atau mengganggunya.

Bahkan, dipercaya jumlah ikan di telaga ini tidak pernah berubah.

Selain itu, terdapat kepercayaan bahwa siapa pun yang melanggar larangan tersebut, seperti memancing atau mengambil ikan, akan mendapat petaka, sebagaimana dilansir dari surabaya.kompas.com.

Baca juga: Jejak ​Sejarah Candi Plumbangan Blitar, Gapura Paduraksa Megah Pemersatu Era Kediri dan Majapahit

Legenda dan Mitos yang Mengiringi

Telaga Rambut Monte di Blitar
Telaga Rambut Monte menyuguhkan air jernih berwarna biru kehijauan dengan ikan sengkaring yang dipercaya keramat oleh masyarakat setempat. (Kompas.com) 

Candi Rambut Monte tidak lepas dari kisah legenda yang berkembang di tengah masyarakat.

Salah satu cerita menyebut adanya tokoh sakti dari masa Majapahit bernama Mbah Rambut Monte yang pernah bertarung melawan Rahwana dan naga.

Dalam kisah tersebut, Mbah Rambut Monte berhasil mengalahkan keduanya dan mengutuk Rahwana serta naga menjadi wujud candi.

Legenda ini juga berkaitan dengan asal-usul ikan di Telaga Rambut Monte.

Dikisahkan, murid-murid sang resi yang lalai menjalankan amanah untuk menjaga candi kemudian dikutuk menjadi ikan sengkaring yang hingga kini menghuni telaga.

Versi lain menyebutkan bahwa ikan-ikan tersebut merupakan prajurit Majapahit yang turut mendapat kutukan, sebagaimana dilansir dari sidita.disbudpar.jatimprov.go.id.

Selain itu, ada pula cerita yang mengaitkan terbentuknya telaga dengan kemarahan Mbah Rambut Monte, yang mengubah lingkungan sekitar menjadi sumber air dan habitat ikan.

Beragam legenda ini semakin memperkuat nilai spiritual dan kesakralan kawasan Rambut Monte yang masih dipercaya oleh masyarakat hingga saat ini.

Baca juga: Menelusuri Candi Sadon Magetan, Jejak Raja Airlangga hingga Kediri yang Menyimpan Mitos Ternak Sapi

Daya Tarik Wisata dan Fasilitas

Selain nilai sejarah, kawasan Rambut Monte juga menawarkan keindahan alam yang menenangkan.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved