Sejarah di Jatim

Pesona Candi Rambut Monte, Perpaduan Sejarah, Mitos dan Keindahan Alam di Blitar

Dengan perpaduan sejarah, alam, mitos, dan legenda, menjadikan Candi Rambut Monte di Blitar sebagai destinasi wisata religi yang penuh cerita.

Tayang:
Kompas.com
CANDI RAMBUT MONTE – Situs bersejarah yang diperkirakan berasal dari masa Majapahit dan dulunya digunakan sebagai tempat pemujaan umat Hindu. Bangunan dari batu andesit yang kini tersisa pada bagian kaki dan tubuh ini berada di kawasan telaga jernih berwarna biru kehijauan, yang dihuni “ikan dewa” (ikan sengkaring) serta lekat dengan legenda Mbah Monte, menghadirkan perpaduan nilai sejarah, mistis, dan keindahan alam. 

Salah satu keunikan utama candi ini terletak pada hiasan kala di bagian depan.

Berbeda dengan umumnya yang digambarkan sebagai kepala raksasa menyeramkan, kala di Candi Rambut Monte justru menyerupai kepala manusia dalam posisi merangkak dengan ornamen sulur atau hiasan menyerupai ular di bagian atasnya.

Keunikan ini menjadikan Candi Rambut Monte memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan candi lain di Jawa Timur.

Selain itu, di sekitar candi ditemukan berbagai artefak, seperti lingga dan yoni dengan motif ukiran sulur gelung serta umpak batu yang menjadi bagian dari struktur bangunan.

Keberadaan lingga dan yoni sebagai simbol kesuburan sekaligus menegaskan bahwa Candi Rambut Monte berlatar belakang agama Hindu, sekaligus menunjukkan fungsi religiusnya pada masa lalu.

Baca juga: Jejak Sejarah di Balik Candi Selotumpuk, Situs Purbakala di Puncak Gunung Batok Blitar

Jejak Sejarah dan Fungsi Keagamaan

Candi Rambut Monte merupakan salah satu peninggalan masa Hindu yang diperkirakan berasal dari era Kerajaan Majapahit.

Dilansir dari Kompas.com, Candi Rambut Monte diduga merupakan tempat pemujaan umat Hindu pada masa Kerajaan Majapahit.

Meski demikian, hingga kini belum ditemukan catatan pasti mengenai kapan candi ini dibangun maupun siapa yang mendirikannya.

Minimnya sumber sejarah membuat situs ini masih menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan.

Keberadaan lingga, yoni, serta fungsi religiusnya semakin menguatkan bahwa candi ini memiliki peran penting dalam praktik keagamaan masyarakat pada masa Majapahit.

Baca juga: Candi Simbatan Magetan, Petirtaan Suci Peninggalan Medang dengan Air Sakral dan Tradisi Dewi Sri

Telaga Rambut Monte dan Ikan Dewa

Di bawah area candi terdapat Telaga Rambut Monte yang menjadi daya tarik utama kawasan ini.

Telaga alami ini memiliki air yang jernih dengan gradasi warna hijau toska hingga kebiruan, bahkan terlihat lingkaran biru muda di bagian tengahnya.

Diketahui, warna unik tersebut muncul secara alami akibat adanya dua sumber mata air yang mengandung mineral.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved