Berita Viral
Kepsek Lapor Diintimidasi Oknum Media, Polres Magetan: Harus Ada Buktinya
Polres Magetan meminta agar Kepala Sekolah mengumpulkan bukti dugaan pemerasan yang dilakukan seorang oknum jurnalis.
Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
Ringkasan Berita:
- Seorang Kepsek melaporkan tindakan pengancaman yang didapatkannya dari oknum jurnalis
- Kepsek diminta oleh Polres untuk mengumpulkan bukti
- Dalam modusnya, terduga pelaku meminta uang THR kepada pihak sekolah
TRIBUNJATIM.COM - Seorang Kepala Sekolah (Kepsek) di sebuah sekolah di Kabupaten Magetan melaporkan tingkah seorang oknum jurnalis yang meminta uang THR.
Berdalih untuk perkembangan medianya, terduga pelaku meminta THR dengan gaya agak memaksa.
Video yang terekam di media sosial akhirnya terus berkembang hingga sampai ke telinga pihak kepolisian.
Viral di media sosial rombongan mengatasnamakan media minta THR ke sejumlah sekolah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Permintaan pihak sekolah
Polres meminta pihak sekolah segera melapor jika mengalami intimidasi dari oknum yang mengaku sebagai wartawan dan meminta uang dengan dalih tunjangan hari raya (THR).
Kasatreskrim Polres Magetan, Joko Santosa, mengatakan bahwa setiap dugaan intimidasi dilengkapi dengan bukti agar dapat diproses secara hukum.
"Kalau kepala sekolah melaporkan adanya intimidasi, tentu bisa langsung ditindak oleh kepolisian atau polsek setempat. Tapi jangan hanya laporan saja, harus ada buktinya,” ujarnya melalui sambungan telepon, Jumat (6/3/2026), dikutip TribunJatim.com via Kompas.com, Minggu (8/3/2026).
Joko menambahkan, bukti yang ada bisa berupa rekaman video, saksi atau dokumentasi saat intimidasi terjadi. Hal itu penting agar kasus dapat diproses secara hukum.
“Kalau ada intimidasi sebaiknya direkam, bisa video atau ada saksi. Saat intimidasi itu terjadi direkam supaya ada bukti,” imbuhnya.
CCTV jadi kunci
Rekaman kamera pengawas (CCTV), menurut Joko, juga bisa menjadi salah satu petunjuk awal jika terjadi pemberian uang.
Namun, rekaman tersebut sering kali hanya menampilkan gambar tanpa suara sehingga kurang kuat sebagai alat bukti.
"Misalnya ada pemberian uang dan terekam CCTV itu bisa menjadi indikasi. Tapi biasanya CCTV hanya gambar saja, tidak ada suaranya sehingga tidak tahu uang itu diberikan untuk apa," katanya.
Ia menyarankan pihak sekolah merekam video yang juga menangkap percakapan jika terjadi dugaan intimidasi.
“Kalau bisa merekam video yang suaranya, supaya lebih kuat sebagai bukti. Dengan begitu ada memperkuat unsur pidananya,” tegasnya.
| Profil Museum Marsinah di Nganjuk yang Diresmikan Presiden Prabowo, ada Koleksi Perjalanan Hidup |
|
|---|
| Pratu F Ditembak Rekan Anggota TNI Akibat Senggolan saat Joget di Tempat Hiburan Malam |
|
|---|
| Presiden Akui MBG Bermasalah, Prabowo Bakal Copot Pejabat yang Melanggar dan Evaluasi |
|
|---|
| Harta Kekayaan dan Isi Garasi Wapres Gibran Rakabuming Raka, Mencapai Rp27,9 Miliar |
|
|---|
| Rupiah Melemah ke Level Terendah Lagi, sempat Tembus Rp17.600 per Dolar AS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ilustrasi-uang-yang-dihitung-oleh-seseorang.jpg)