Berita Viral

Kepsek Lapor Diintimidasi Oknum Media, Polres Magetan: Harus Ada Buktinya

Polres Magetan meminta agar Kepala Sekolah mengumpulkan bukti dugaan pemerasan yang dilakukan seorang oknum jurnalis.

Tayang:
Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
Tribunnews.com
UANG DARI SESEORANG - Ilustrasi uang dari seseorang yang sedang dihitung. Kepsek melaporkan ancaman dari oknum Jurnalis yang meminta agar diberi THR dari pihak sekolah 

Polres Magetan memastikan akan menindak tegas jika ditemukan unsur pemerasan atau ancaman dalam praktik permintaan uang tersebut.

Polisi juga mengimbau sekolah agar tidak takut melapor jika mengalami tekanan atau intimidasi.

Kelakuan Kepsek lain

Seorang guru SMAN tak dipecat setelah lecehkan siswinya karena sekolah mengaku butuh.

Peristiwa miris ini terjadi di SMA Negeri di Pekanbaru, Riau.

Sebelumnya, kasus ini dilaporkan pihak korban ke Polda Riau.

Namun, penanganan lebih lanjut dilakukan oleh Polres Bengkalis, karena lokasi kejadian guru diduga melecehkan anak muridnya berada di Kecamatan Duri, Kabupaten Bengkalis.

Baca juga: Siasat Bejat Guru Lecehkan Belasan Muridnya, Korban Tak Hanya Pelajar Wanita, Tapi Juga Murid Pria

Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki laporan tersebut.

"Iya dilakukan penyelidikan, karena dilimpahkan ke kita," kata Fahrian, Kamis (5/3/2026), melansir dari Kompas.com.

Untuk langkah awal, pihaknya membentuk tim penyelidik dan memeriksa saksi-saksi.

Fahrian menegaskan, pihaknya akan mengusut kasus tersebut karena pelecehan di lingkungan sekolah sangat tidak dibenarkan.

Kronologi Kejadian

Seorang siswi kelas 2 SMA negeri di Kota Pekanbaru, Riau mengaku menjadi korban pelecehan seksual.

Dalam pengaduannya ke Cipta Gerakan Masyarakat (Germas) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Riau, siswa berinisial PI (17) ini mengungkap bahwa pelaku adalah gurunya sendiri, berinisial AS.

Terduga pelaku merupakan guru Bahasa Indonesia di sekolah tersebut.

Rika Parlina, selaku Wakil Ketua Umum Cipta Germas PPA Riau menyampaikan, pihaknya menerima laporan dari korban dan keluarganya yang meminta pendampingan.

Setelah melihat bukti berupa video, pihaknya mengaku sangat prihatin atas perbuatan asusila oknum guru tersebut.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved