Berita Viral

Kepsek Lapor Diintimidasi Oknum Media, Polres Magetan: Harus Ada Buktinya

Polres Magetan meminta agar Kepala Sekolah mengumpulkan bukti dugaan pemerasan yang dilakukan seorang oknum jurnalis.

Tayang:
Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
Tribunnews.com
UANG DARI SESEORANG - Ilustrasi uang dari seseorang yang sedang dihitung. Kepsek melaporkan ancaman dari oknum Jurnalis yang meminta agar diberi THR dari pihak sekolah 

"Sangat miris melihat tenaga pendidik seperti itu. Kami meminta Dinas Pendidikan segera bertindak. Kasus ini juga sudah dilaporkan ke Polda Riau," kata Rika saat diwawancarai Kompas.com di Pekanbaru, Rabu (4/3/2026).

Baca juga: Karir Dosen Hancur Seketika setelah Meludahi Kasir karena Merasa Dilecehkan saat Ditegur

Rika menyampaikan, berdasarkan pengakuan korban, pelaku diduga melakukan pelecehan seksual.

Pelaku juga sering menghubungi korban hingga larut malam.

Pelecehan dialami korban saat mengikuti kegiatan sekolah di wilayah Duri, Kabupaten Bengkalis, beberapa waktu lalu.

Korban waktu itu istirahat di dalam mobil karena kelelahan dan tertidur seorang diri.

AS masuk ke dalam mobil dan melakukan pelecehan.

Pelaku merekam video saat melakukan perbuatan tidak pantas itu.

Namun, video tersebut kemudian diketahui oleh salah seorang murid yang meminjam ponsel AS untuk keperluan dokumentasi kegiatan.

"Kami harap pihak kepolisian dan sekolah memberikan tindakan terhadap oknum guru tersebut. Karena ini merusak dunia pendidikan," ujar Rika.

Rika menyebut sudah datang ke sekolah korban, tetapi tanggapan pihak sekolah dinilai tidak berpihak kepada korban.

"Kepala sekolah menyebut ini hanya khilaf dan guru tersebut merasa bersalah. Kami sesalkan karena yang dipikirkan justru kondisi gurunya, bukan trauma korban," ungkap Rika.

Keluarga korban, kata dia, berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi korban, sekaligus menjadi efek jera agar kasus serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan.

Kepsek Sebut Sekolah Kekurangan Guru

Sementara itu, kepala sekolah SMA di Pekanbaru itu, Wan Roswita membenarkan adanya kasus tersebut. 

Namun, Wan menyayangkan korban bicara langsung kepada pihak sekolah. 

"Si anak tidak bicara langsung ke kami, itu yang kami sayangkan. Setelah kami tahu, barulah kami panggil orangtuanya dan siswa tersebut," ujar Wan saat diwawancarai Kompas.com di sekolahnya, Rabu.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved