Jumlah SPPG Kota Malang Perlu Ditambah Jadi 120, Kepsek Minta Kualitas Menu MBG Ditingkatkan

Dapur-dapur tersebut nantinya akan diarahkan memasok makanan ke madrasah maupun pondok pesantren.

Penulis: Benni Indo | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Benni Indo
PENAMBAHAN - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meresmikan sebuah SPPG pada 2025. Saat ini, Kota Malang membutuhkan 120 SPPG, sementara jumlah yang ada masih mencapai 67 unit. 

Dalam wawancara, Supriyanto menyampaikan bahwa program MBG sudah berjalan, termasuk selama bulan puasa.

Namun dari sisi komposisi, menurutnya masih ada beberapa unsur yang perlu dilengkapi.

"Ya mestinya ada hal-hal yang perlu ditambahkan lagi, seperti keseimbangan antara proteinnya harus ada."

"Harapan kami MBG ada, namun untuk kualitasnya bisa ditingkatkan lebih baik lagi," ujarnya.

Supriyanto menyebut, berdasarkan pengecekan yang ia lakukan, menu yang dibagikan terdiri dari tiga item.

Yakni satu buah jeruk, roti abon, dan tempe kering pada hari pertama penerimaan MBG selama puasa Ramadan 1447 H.

Menurutnya, konsep MBG seharusnya tidak hanya berfokus pada pemberian makanan secara cuma-cuma.

Tetapi juga memastikan kandungan gizinya benar-benar ideal bagi siswa.

"Misalkan lengkap ada susunya, ada proteinnya, kemudian ada buahnya, itu kan lebih ideal. Maka gizinya menjadi poin penting, bukan makannya saja," tegasnya.

Belum ada keluhan

Ia juga menambahkan, hingga saat ini, belum ada keluhan dari orang tua siswa terkait menu tersebut.

"Sementara belum ada keluhan dari orang tua," katanya.

Ia berharap, ke depan kualitas menu MBG bisa lebih ditingkatkan agar benar-benar sesuai dengan tujuan program, yakni mendukung kebutuhan nutrisi siswa selama mengikuti kegiatan belajar.

"Karena makan gratis sebenarnya ini kan mengambil dari pajak masyarakat juga. Artinya aspek gizinya harus diperhatikan," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved