Sosialisasi di Malang, Gus Ipul Ungkap Cara Baru Bansos Lebih Tepat Sasaran, Error di Bawah 5 Persen

Menteri Sosial Republik Indonesia (RI) Syaifullah Yusuf mensosialisasikan digitalisasi bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Malang

Tayang:
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Luluul Isnainiyah
DIGITALISASI BANSOS: Menteri Sosial Republik Indonesia (RI) Syaifullah Yusuf mensosialisasikan digitalisasi bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Malang, Senin (30/3/2026). Kabupaten Malang menjadi kota/kabupaten yang diujicobakan digitalisasi bansos. 

Ringkasan Berita:
  • Saifullah Yusuf mensosialisasikan digitalisasi bansos berbasis DTSEN di Kabupaten Malang.
  • Program ini bertujuan meningkatkan akurasi data penerima bantuan seperti PKH agar lebih tepat sasaran.
  • Uji coba sebelumnya di Banyuwangi menunjukkan masih rendahnya akses mandiri masyarakat terhadap aplikasi (sekitar 10 persen).

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Luluul

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Menteri Sosial Republik Indonesia (RI) Syaifullah Yusuf mensosialisasikan digitalisasi bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Malang, Senin (30/3/2026).

Digitalisasi bansos ini diterapkan dalam rangka menghadirkan data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang lebih akurat. 

Bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Malang, kegiatan sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dihadiri oleh Bupati Malang, Sanusi, pejabat Pemerintah Kabupaten Malang, serta pendamping PKH se-Kabupaten Malang.

Syaifullah yang karib disapa Gus Ipul ini menyampaikan dalam rangka digitalisasi bansos berbasis (DTSEN) telah dilakukan uji coba di Kabupaten Banyuwangi.

Selanjutnya, digitalisasi bansos akan diujicobakan di 40 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Kabupaten Malang juga mendapatkan sosialisasi ini. 

"Kalau berhasil, maka akan kami berlakukan secara nasional. Digitalisasi bansos ini adalah membuat saluran lebih presisi agar bantuan semakin tepat sasaran," kata Gus Ipul. 

Baca juga: Pemerintah Apresiasi Pelaksanaan Digitalisasi Bansos di Banyuwangi, Gus Ipul: Tidak Salah Pilih

Melalui digitalisasi bansos ini, masyarakat bisa mengusulkan atau menyanggah data secara mandiri melalui sebuah aplikasi yang disiapkan oleh pemerintah. 

Namun berdasarkan uji coba di Banyuwangi, masyarakat yang mengakses aplikasi secara mandiri baru 10 persen, sisanya dibantu oleh pendamping maupun agen. 

Sehingga dalam hal ini, Gus Ipul menyampaikan perlu adanya peran agen pemutakhiran data. Agen yang dimaksud pendamping PKH maupun desa yang telah dibekali pemahaman pengoperasian aplikasi tersebut. 

"Peran agen pemutakhiran data sangat strategis dalam menjalankan digitalisasi bansos dapat berjalan dengan baik yakni dengan membantu masyarakat menggunakan aplikasi tersebut," jelasnya. 

Dengan ini, ia mentargetkan tingkat eror dalam DTSEN berada di bawah 5 persen. Selain itu, dirinya juga mengapresiasi Kabupaten Malang yang turut andil menghadirkan data penerima bantuan yang akurat.

Baca juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project Nasional Digitalisasi Bansos, Warga Sambut Antusias: Tak Meleset

"Hari ini saya di Malang dan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Alhamdullilah BPS datang, kepala desa, operator desa. Ini semua dalam rangka menghadirkan data yang lebih akurat lewat pemutakhiran berkala," tukasnya.

Terpisah, Bupati Malang, Sanusi mengucapkan terima kasih atas dukungan Kementerian Sosial terhadap berbagai program di Kabupaten Malang.

Mulai dari, mulai dari penguatan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), penanganan bencana sosial, hingga kolaborasi dalam penyaluran bantuan kepada kelompok rentan, penyandang disabilitas, dan lansia tunggal. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved