Berita Viral
Sosok Pasha Ungu Minta Tak Ada Lagi Ojol Dilindas Rantis Brimob: Sengaja atau Tidak, Tanggung Jawab
Pasha Ungu melayat ke ke rumah duka Affan Kurniawan. Tuntut ada yang bertanggung jawab atas insiden ojol dilindas rantis.
TRIBUNJATIM.COM - Sosok Pasha Ungu melayat ke rumah duka Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal dunia usai dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Anggota DPR RI Komisi VII 2024-2029 ini mendorong keadilan untuk Affan.
Untuk diketahui, Komisi VIII DPR RI membidangi urusan Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Penanggulangan Bencana.
Pemilik nama Sigit Purnomo Said tersebut menuntut harus ada yang bertanggung jawab.
Ia pun berharap apa yang dialami Affan Kurniawan ini pertama dan terakhir kalinya.
"Keluarga menyampaikan keikhlasannya dalam situasi ini, saya berharap, apa pun alasannya, apa pun penyebabnya, sengaja atau tidak, harus ada yang bertanggung jawab," kata Pasha di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).
Ia menekankan bahwa peristiwa ini menyangkut kehilangan nyawa seseorang yang sangat berarti bagi keluarganya.
"Ini menyangkut kehilangan nyawa seseorang. Ada keluarga kehilangan anak, ada keluarga yang kehilangan cucu, ada anak kehilangan kakaknya, ada kakak yang kehilangan adiknya," lanjutnya.
Ia pun menekankan keluarga yang ditinggalkan mendapat keadilan.
Pasha juga menyampaikan harapannya agar tragedi serupa tidak kembali terulang.
Baca juga: Sosok Jerome Polin Ajak Tolak Tawaran Jadi Buzzer Rp150 Juta, Singgung Uang Rakyat dan Gaji Guru
“Jadi kita semua turut berempati, turut bersimpati. Dan tentu saya harap tidak ada lagi korban jiwa, besok, lusa, maupun di masa mendatang,” ucap Pasha.
“Dan jangan lagi ada korban seperti Affan. Cukup Affan sudah berkorban untuk semuanya,” tambahnya.
Tak lupa, Pasha menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga Affan dan mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
"Kita doakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah," ujar Pasha.

Baca juga: Sosok Irjen Asep Edi Suheri, Kapolda Metro Jaya Dilempari Botol di Pemakaman Ojol Affan Kurniawan
Sosok dan biodata Pasha Ungu
Pasha Ungu diketahui nama lengkapnya adalah Sigit Purnomo Syamsuddin Said. Ia adalah sosok multitalenta di Indonesia yang dikenal sebagai penyanyi, tokoh politik dan publik.
Memulai kariernya di dunia hiburan sebagai vokalis utama band Ungu sejak tahun 1999.
Bersama Ungu, ia meraih popularitas besar melalui lagu-lagu hits seperti "Demi Waktu", "Tercipta Untukku", dan "Andai Ku Tahu".
Setelah sukses di dunia musik, Pasha merambah ke dunia politik.
Ia menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada periode 2016–2021.
Pada Pemilu 2024, Pasha terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), mewakili daerah pemilihan DKI Jakarta III yang mencakup Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
Pasha juga menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu dan meraih gelar Sarjana Administrasi Publik pada tahun 2019.
Baca juga: Sebut Rantis yang Lindas Ojol Alami Kendala Teknis, Brimob di Dalam Mobil: Kalau Kebuka Mati Kita
Baca juga: Tangis Ayah Ungkap Affan Rela Putus Sekolah Demi Jadi Tumpuan Keluarga: Dia Orangnya Penurut
Biodata Pasha Ungu

Nama Lengkap: Sigit Purnomo Syamsuddin Said
Nama Panggung: Pasha Ungu
Tempat, Tanggal Lahir: Donggala, Sulawesi Tengah, 27 November 1979
Agama: Islam
Kewarganegaraan: Indonesia
Profesi: Penyanyi, Politikus
Pendidikan: Sarjana Administrasi Publik, STIA Pembangunan Palu (2019)
Pasha merupakan anak kelima dari sepuluh bersaudara pasangan Syamsuddin Said dan Andi Bumbeng.
Ia pernah menikah dengan Okie Agustina pada tahun 2003 dan bercerai pada 2009.
Kemudian, ia menikah dengan Adelia Wilhelmina pada 27 Maret 2011.
Dari kedua pernikahan tersebut, Pasha dikaruniai tujuh orang anak.
Pasha memulai karier musiknya sebagai vokalis band Ungu pada tahun 1999.
Bersama Ungu, ia meraih popularitas besar melalui lagu-lagu hits seperti "Demi Waktu", "Tercipta Untukku", dan "Andai Ku Tahu".
Band ini dikenal sebagai salah satu grup musik papan atas di Indonesia.
Sebelum dikenal luas sebagai vokalis Ungu, Pasha memulai kariernya di dunia hiburan sebagai model dan bintang iklan televisi. Ia juga sempat menjadi personel beberapa band dan memainkan peran kecil di sinetron.
Pada tahun 1999, Pasha bergabung dengan band Ungu, menggantikan vokalis sebelumnya, Michael Pattiradjawane. Kehadirannya membawa warna baru bagi Ungu, dan bersama-sama mereka meraih popularitas besar di industri musik Indonesia.
Berikut adalah beberapa album yang dirilis Ungu bersama Pasha:
- Laguku (2002)
- Tempat Terindah (2003)
- Melayang (2005)
- Untukmu Selamanya (2007)
- Penguasa Hati (2009)
- Timeless (2012)
- Mozaik (2015)
- Album Melayang (2005) menjadi salah satu yang paling sukses, dengan lagu-lagu hits seperti "Demi Waktu", "Tercipta Untukku", dan "Sejauh Mungkin".
Album ini mendapatkan sertifikasi double platinum dan memperkuat posisi Ungu sebagai band papan atas di Indonesia.
Ungu juga merilis beberapa album religi, di antaranya:
- Surgamu (2006)
-Aku dan Tuhanku (2008)
Album Surgamu dirilis untuk menyambut bulan Ramadhan dan berhasil terjual sebanyak 150.000 kopi dalam 15 hari.
Pada tahun 2020, Pasha merilis album solo perdananya berjudul Di Atas Langit. Album ini terdiri dari delapan lagu, dengan tiga di antaranya diciptakan oleh Pasha sendiri.
Dalam penggarapan album ini, Pasha sengaja tidak melibatkan personel Ungu untuk menghadirkan warna musik yang berbeda dari band tersebut.
Pasha menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah, sejak 17 Februari 2016.
Pada Pemilu 2024, Pasha Ungu resmi dilantik sebagai anggota DPR RI pada 1 Oktober 2024, mewakili Dapil DKI Jakarta III melalui Partai Amanat Nasional (PAN).
Ia menyatakan bahwa aktivitasnya di DPR tidak mengganggu kegiatan bersama band Ungu, karena keduanya berjalan secara alami.
Pasha mengungkapkan keinginannya untuk bergabung dengan Komisi I DPR RI, yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi, dan informasi.
Alasannya adalah karena memiliki relasi yang baik dengan TNI, yang dapat mendukung tugas-tugasnya di komisi tersebut .
Sebagai anggota Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Pasha mengkritisi mekanisme penurunan biaya haji yang dinilai tidak transparan.
Ia menyoroti bahwa meskipun disebutkan ada penurunan biaya, namun pada kenyataannya biaya yang dibebankan kepada jemaah meningkat.
Dengan perjalanan karier yang beragam dan kontribusinya di berbagai bidang, profil Pasha Ungu tetap menjadi figur publik yang dikenal luas di Indonesia.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Berita Viral lainnya
Mardi Dagang Siomay Sambil Was-was di Lokasi Demo Bisa Dapat Rp 500.000, Apes Kalau Rusuh: Saya Lari |
![]() |
---|
Sosok Jerome Polin Ajak Tolak Tawaran Jadi Buzzer Rp150 Juta, Singgung Uang Rakyat dan Gaji Guru |
![]() |
---|
Warga Arak Sepasang Kekasih Jalan 2 Km, Pergoki Wanita Bawa Anaknya di Rumah Pria Lajang Usia 39 |
![]() |
---|
Muncul Slogan ACAB dan Kode 1312 di Media Sosial Pasca Demo 28 Agustus, Apa Maknanya? |
![]() |
---|
Bukti Mbah Endang Gelar Nobar Liga Inggris Tanpa Izin, si Pemilik Kafe Tetap Ogah Bayar Rp 115 Juta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.