Sejarah di Jatim

Sejarah Candi Jawi di Prigen Pasuruan, Tempat Pendharmaan Raja Terakhir Kerajaan Singasari

Candi Jawi peninggalan Kerajaan Singasari, tempat pendharmaan Kertanegara dengan arsitektur Hindu-Buddha yang sarat makna sejarah.

Tayang:
Dokumen Kementerian Kebudayaan RI
CANDI JAWI - Kemegahan Candi Jawi di Pasuruan menjadi saksi kejayaan masa Kerajaan Singasari sekaligus warisan sejarah yang memadukan unsur Hindu dan Buddha. Hingga kini, Candi Jawi tetap menjadi salah satu situs sejarah penting di Jawa Timur, Senin (2/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Candi Jawi merupakan peninggalan Kerajaan Singasari abad ke-13 yang dibangun sebagai tempat suci dan pendharmaan abu Raja Kertanegara.
  • Candi bercorak Hindu-Buddha ini memiliki arsitektur unik, perpaduan Siwa-Buddha, bahan bangunan berbeda, serta relief bernilai seni tinggi.
  • Candi Jawi pernah rusak akibat petir dan dipugar kembali, kini menjadi warisan budaya sekaligus bukti kejayaan Singasari.

 

TRIBUNJATIM.COMCandi Jawi menjadi salah satu peninggalan sejarah penting di Jawa Timur yang menyimpan kisah panjang tentang kejayaan kerajaan masa lampau.

Bangunan bercorak Hindu-Buddha ini tidak hanya dikenal karena keindahan arsitekturnya, tetapi juga memiliki latar sejarah yang berkaitan dengan raja terakhir Kerajaan Singasari.

Candi yang berada di kawasan Prigen, Kabupaten Pasuruan ini memiliki fungsi religius sekaligus historis.

Candi tersebut dibangun sebagai tempat suci dan penyimpanan abu raja, serta mencerminkan perpaduan ajaran Siwa-Buddha pada masa itu.

Asal Usul dan Latar Pendirian Candi Jawi

Relif di bilik candi jawi
CANDI JAWI - Dalam bilik Candi Jawi ditemukan yoni dengan relief naga di bawah ceratnya dan pada langit-langit tampak sebuah relief yang menggambarkan sebuah lingkaran bersinar, yang di tengahnya tergambar seorang sedang naik kuda.

Dilansir dari budaya-indonesia.org, Candi Jawi merupakan peninggalan bersejarah dari Kerajaan Singasari yang dibangun sekitar abad ke-13.

Candi ini terletak di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, tepat di pertengahan jalur Pandaan–Prigen.

Bangunan ini didirikan atas perintah Raja Kertanegara, raja terakhir Singasari, sebagai tempat suci bagi umat beragama Siwa-Buddha.

Selain sebagai tempat ibadah, candi ini juga berfungsi sebagai tempat pendharmaan atau penyimpanan abu jenazah sang raja.

Dikutip dari Kompas.com, sebagian abu Raja Kertanegara juga ditempatkan di Candi Singasari.

Hal ini menunjukkan Candi Jawi memiliki kedudukan penting dalam tradisi keagamaan dan penghormatan terhadap raja pada masa itu.

Pendirian candi yang letaknya cukup jauh dari pusat kerajaan diduga karena wilayah tersebut dihuni masyarakat yang setia kepada raja serta banyak menganut ajaran Siwa-Buddha.

Daerah ini juga dianggap aman dan strategis ketika terjadi ancaman atau pemberontakan. Sebagaimana disebutkan dalam Kitab Negarakertagama.

Selain itu, Candi Jawi juga menjadi simbol sinkretisme atau perpaduan ajaran Hindu dan Buddha yang berkembang kuat pada masa pemerintahan Raja Kertanegara.

Baca juga: Asal-usul Candi Tikus Mojokerto, Petirtaan Suci Majapahit yang Airnya Diyakini Bertuah Usir Hama

Candi Jawi sebagai Tempat Pendharmaan Raja Singasari

Candi Jawi sering dianggap sebagai tempat pemujaan agama Buddha, namun sebenarnya merupakan tempat penyimpanan abu Raja Kertanegara.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved