Ramadan 2026

Mengapa Tradisi Membaca Qunut di Separuh Akhir Ramadan? Ini Penjelasan Ulama

Qunut pada salat witir di bulan Ramadan hukumnya diperbolehkan bahkan sangat disunnahkan menurut mayoritas ulama Syafi'iyyah.

Tribun Jatim Network/Samsul Hadi
SALAT TARAWIH (Arsip) - Para jemaah antusias mengikuti salat tarawih cepat di Pondok Pesantren Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (20/2/2026). Memasuki hari ke-15 Ramadan, biasanya salat witir terakhir diselipkan membaca doa qunut. 

Ringkasan Berita:
  • Memasuki hari ke-15 Ramadan, biasanya salat witir terakhir diselipkan membaca doa qunut.
  • Qunut pada salat witir di bulan Ramadan hukumnya diperbolehkan bahkan sangat disunnahkan menurut mayoritas ulama Syafi'iyyah.
  • Waktu dimulainya adalah pada malam 16 bulan Ramadan. Hal ini didasarkan pada perhitungan malam ke-16 adalah awal dari separuh terakhir bulan tersebut.

 

TRIBUNJATIM.COM - Memasuki hari ke-15 Ramadan, biasanya salat witir terakhir diselipkan membaca doa qunut.

Momen ini biasanya dinilai sebagai penanda Ramadan telah memasuki fase nisfu atau separuh jalan.

Secara teknis, amalan ini mulai dilaksanakan tepat pada malam ke-16 Ramadan.

Di Indonesia, masyarakat mengenalnya sebagai tanda dimulainya sepuluh malam terakhir yang penuh kemuliaan atau malam-malam "likuran".

Lantas, mengapa doa qunut baru dibaca setelah melewati malam ke-15?

Kenapa Baca Doa Qunut Setelah Malam ke-15?

Jawabannya terletak pada ijtihad para ulama dan riwayat-riwayat sahih yang diwariskan secara turun-temurun.

Dikutip dari Tribun Gorontalo pada Jumat (6/3/2026), ulama-ulama besar, terutama dari kalangan Mazhab Syafi'i, memberikan perhatian khusus terhadap hukum dan tata cara amalan ini.

Mereka menyandarkan praktik tersebut pada perbuatan para sahabat Nabi Muhammad SAW.

Salah satu rujukan utama yang sering dikutip adalah riwayat dari Imam Abu Dawud.

Dalam riwayat tersebut, tergambar bagaimana suasana salat jemaah pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA.

Dikisahkan Sayyidina Umar bin Khattab mengumpulkan umat Islam untuk melaksanakan salat Tarawih di bawah pimpinan imam Ubay bin Ka’ab. 

Ini adalah tonggak sejarah dimulainya salat Tarawih secara berjemaah secara terorganisir.

Namun, ada hal unik yang dicatat dalam riwayat tersebut mengenai kapan qunut itu mulai dibacakan.

Baca juga: Tanda dan Prediksi Malam Lailatul Qadar pada Ramadan 2026

Berikut adalah kutipan atsar (perkataan sahabat) yang menjadi rujukan utamanya:

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved