Ramadan 2026

Mengapa Tradisi Membaca Qunut di Separuh Akhir Ramadan? Ini Penjelasan Ulama

Qunut pada salat witir di bulan Ramadan hukumnya diperbolehkan bahkan sangat disunnahkan menurut mayoritas ulama Syafi'iyyah.

Tribun Jatim Network/Samsul Hadi
SALAT TARAWIH (Arsip) - Para jemaah antusias mengikuti salat tarawih cepat di Pondok Pesantren Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (20/2/2026). Memasuki hari ke-15 Ramadan, biasanya salat witir terakhir diselipkan membaca doa qunut. 

Beliau mengategorikan doa qunut pada separuh akhir Ramadan sebagai sesuatu yang disunnahkan.

فَصْلٌ فِي القُنُوتِ وَهُوَ مُسْتَحَبٌّ بَعْدَ الرَّفْعِ مِنَ الرُّكُوعِ فِي الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ مِنَ الصُّبْحِ وَكَذَانِكَ الرَّكْعَةِ الْأَخِيرَةِ مِنَ الوِتْرِ فِي النِّصْفِ الْآخِرِ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانِ

Artinya:

"Bab mengenai qunut, yang disunnahkan setelah bangkit dari rukuk pada rakaat kedua shalat Subuh, serta pada rakaat terakhir dari shalat witir di separuh akhir bulan Ramadan." (Raudlatut Thalibin, juz 1, hal. 253).

Menurut pandangan ini, waktu pelaksanaannya adalah setelah bangkit dari rukuk (iktidal) pada rakaat terakhir salat witir.

Ini serupa dengan posisi qunut pada salat Subuh yang juga lazim diamalkan oleh mayoritas muslim di Indonesia.

Lebih jauh lagi, Syekh Ibrahim bin Muhammad al-Bajuri dalam kitab Hasyiyatul Bajuri memberikan penjelasan yang sangat mendalam mengenai aspek hukum dan konsekuensi bagi pelakunya.

Beliau menjelaskan kesunahan ini begitu ditekankan. Saking kuatnya anjuran ini, terdapat konsekuensi fikih bagi mereka yang sengaja atau tidak sengaja meninggalkannya.

Syekh Al-Bajuri menuliskan dalam kitabnya:

{قَوْلُهُ وَالقُنُوتُ فِي آخِرِ الوِتْرِ} أَي فِي اعْتِدَالِ الرَّكْعَةِ الْآخِيرَةِ مِنْهُ {قَوْلُهُ: فِي النِّصْفِ الثَّانِي}، وَفِي نُسْخَةٍ فِي النِّصْفِ الْأَخِيرِ، فَلَوْ قَنَتَ فِي غَيْرِ النِّصْفِ الْأَخِيرِ مِنْ رَمَضَانِ أَوْ تَرَكَهُ فِي النِّصْفِ الْأَخِيرِ مِنْهُ كَرِهَ ذَلِكَ وَسَجَدَ لِلسَّهْوِ

Artinya:

"Dan qunut pada akhir witir, maksudnya adalah pada saat i‘tidal (berdiri setelah rukuk) pada rakaat terakhir salat witir. Dan yang dimaksud 'Pada separuh yang kedua', itu adalah, apabila seseorang membaca qunut bukan pada separuh terakhir bulan Ramadan, atau meninggalkannya pada separuh terakhir bulan tersebut, maka hal itu dihukumi makruh, dan ia disunnahkan melakukan sujud sahwi."

Baca juga: Hukum Berenang saat Puasa, Batal atau Tidak? Begini Penjelasan Ulama

Penjelasan di atas menegaskan qunut witir di separuh akhir Ramadan masuk dalam kategori sunnah ab'adh. Artinya, jika tertinggal, disarankan menggantinya dengan sujud sahwi di akhir salat.

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga tradisi ini dalam bingkai Mazhab Syafi'i.

Namun, Imam An-Nawawi dalam kitab lain, Al-Majmu’ Syarh Muhadzdzab, juga memberikan peta perbandingan pendapat ulama.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved