Pilgub Jatim 2018

Polres Jember Bekuk Pemilik Uang Palsu Sebelum Diedarkan Jelang Pilkada 2018 dan Ramadan

Penangkapan ini langkah antisipasi ciptakan kondisi kondusif jelang pilkada dan Ramadan, peredaran uang palsu ini juga sangat berbahaya.

Polres Jember Bekuk Pemilik Uang Palsu Sebelum Diedarkan Jelang Pilkada 2018 dan Ramadan
TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo (nomer 4 dari kiri pakai badge kuning) gelar press release beserta jajaran berhasil tangkap pelaku uang palsu berinisial S (30), warga Lumajang, Selasa siang (17/4/2018) 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Jelang Pilkada 2018 dan Ramadan, Polres Jember menangkap pelaku pembuat uang palsu.

Pelaku berinisial S (30) asal Lumajang itu ditangkap bersama 101 lembar pecahan uang Rp 20 ribu.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo saat ditemui di Polres Jember, Selasa (17/4/2018) menyampaikan ihwal penangkapan itu.

Baca: BREAKING NEWS - Jembatan Widang-Tuban Ambruk, Dua Truk Jatuh ke Sungai

Baca: Jembatan Babat-Widang Putus, Polisi Masih Lakukan Rekayasa Arus Lalin

Baca: Dimakan Usia, Jembatan Widang-Tuban Runtuh

"Hari ini kita menangkap pelaku berinisial S asal Lumajang sang pembuat dan pengedar uang palsu, dari tangan pelaku kita mendapatkan 101 lembar uang pecahan 20 ribu jadi senilai 2 juta an, hal tersebut kita lakukan sebagai langkah antisipasi ciptakan kondisi kondusif jelang pilkada dan Ramadan, peredaran uang palsu ini juga sangat berbahaya maka dari itu sedini mungkin kita amankan" terang Kusworo.

Kusoworo menambahkan, uang palsu tersebut untungnya belum beredar banyak di pasaran. Karena sang pelaku terlebih dahulu ketahuan saat hendak meggunakan uang di salah satu toko di Jember.

Baca: Jual Beli Uang Palsu Seharga Rp 5 Juta, 11 Orang Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Baca: Tangkap 11 Orang Pengedar Uang Palsu, Polrestabes Surabaya Fokuskan Pemeriksaan pada Hal Ini

Baca: Komplotan Pengedar Uang Palsu di Surabaya Diungkap, Jumlahnya Capai 2,5 Miliar

"Untungnya peredaran uang palsu dari pelaku ini belum beredar banyak, pelaku sudah ketahuan sejak ia hendak menggunakan uangnya untuk mendapatkan uang kembalian asli di salah satu toko" tambahnya.

Pelaku dijerat Pasal 36 dan Pasal 37 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang jo Pasal 55 KUHP dengan maksimal hukuman 15 tahun penjara.

"Pelaku kena jerat pasal 36 dan pasal 37 UU nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang, hukuman maksimal 15 tahun penjara" pungkas Kusworo.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Adi Sasono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help