Banyak Perlintasan Tanpa Palang Pintu di Jalur Kereta Double Track, Para Relawan Rela Lakukan ini
Banyaknya pelintasan tanpa palang pintu di jalur kereta api double track membuat warga rela melakukan hal tak terduga.
Penulis: Sugiyono | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Petugas perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kecamatan Duduksampean, Gresik rela membuat tenda darurat.
Itu dilakukan agar mereka bisa setiap saat membantu warga yang menyeberang rel kereta api ganda (double track).
Tenda darurat itu dipasang sederhana di tepi rel kereta api sehingga ketika ada bunyi sirine kereta api, penjaga dapat mendengar dan melihat warga yang akan melintas.
(Bos Disk Jockey ini Bertahun-tahun Jadi Budak Narkoba, Begini Penyesalannya)
Seandainya tidak ada tenda darurat, petugas rela berjuang secara bergantian dibawah terik matahari supaya pengguna jalan yang melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu bisa selamat sampai tujuan.
Di sepanjang jalur kereta api double track di Kecamatan Duduksampean, ada tiga titik perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Semuanya tidak ada pos jaganya.
"Makanya kami membuat tenda darurat untuk sekedar berteduh," ujar seorang penjaga, Rabu (23/8/2017).
(Tiket Dijual Rp 10 Jutaan, Ratusan Orang Ikuti Festival Seks di Hutan)
Ahmed Khusaini, warga Duduksampean yang melihat perjuangan penjaga perlintasan kereta api jalur ganda itu sangat prihatin. Pasalnya, meski Indonesia sudah merdeka tapi masih ada sarana pelayanan umum tenda darurat yang memprihatinkan.
"Masak sudah 72 tahun Indonesia merdeka tapi pemerintah membuat pos jaga untuk keselamatan warga sendiri tidak mampu," sergahnya.
(Timnas Imbang Lawan Vietnam, Netizen Malaysia Malah Prediksi Indonesia Lolos Semifinal)
(Surya/Sugiyono)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/tenda-darurat-perlintasan-kereta-api_20170823_150402.jpg)