Breaking News:

Pengacara Mak Susi Akan Beberkan Poin Eksepsi Pada Sidang Lanjutan Dugaan Kerusuhan Asrama Papua

Sidang lanjutan kasus dugaan kerusuhan Asrama Papua kembali digelar pada Senin, (2/12/2019), siang nanti di Pengadilan Negeri Surabaya.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Mak Susi sesaat sebelum jalani sidang di PN Surabaya beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sidang lanjutan kasus dugaan kerusuhan Asrama Papua kembali digelar pada Senin, (2/12/2019), siang nanti di Pengadilan Negeri Surabaya.

Agendanya nota keberatan atau eksepsi dua dari tiga terdakwa yaitu Tri Susanti alias Mak Susi dan Andrian Andriansyah. 

Ramalan Shio Hari Ini Senin, 2 Desember 2019: Shio Anjing Janganlah Baper, Shio Ayam Bayar Utangmu

Pengacara Mak Susi, Sahid menjelaskan, nantinya dalam sidang tersebut akan dibacakan beberapa poin penting yang berkaitan dengan kasus ujaran kebencian di Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan. 

“Nanti dibacakan di persidangan point-point penting dalam nota keberatan kepada jaksa penuntut umum dan majelis hakim,” terangnya. 

Bacawapub Gresik Rachmad Rofik Bagikan 7.700 Liter Air Siap Minum di Desa Terdampak Kekeringan

Dengar Kabar TP4D Dibubarkan, Beberapa Kades di Gresik Gembira

Saat ditanya mengenai persiapannya, Sahid menjelaskan tidak ada hal istimewa untuk persidangan pada hari ini.

“Tidak ada. Hanya saja kami menjelaskan eksepsi di muka persidangan,” ujarnya.

Dalam kasus ini, Mak Susi terbukti menyebarkan pesan di grup WhatsApp (WA) dengan nada memprovokasi memanggil massa agar berdatangan di lokasi Asrama Papua di Jalan Kalasan, Surabaya. 

Bacaan Doa setelah Sholat Dhuha Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia, Dibaca 40 Kali

Yuk Intip Asal Usul Nasi Lemang Khas Desa Banjar Banyuwangi, Kuliner Sejak Kolonial Belanda

“Mengirim informasi atau pesan di Grup info KB FKPPI yang berisi ‘Mohon perhatian URGENT kami butuh bantuan MASSA karena anak PAPUA akan melakukan perlawanan dan telah siap dengan senjata tajam dan panah. PENTING, PENTING, PENTING” ungkap Jaksa penuntut umum (JPU) Muhammad Nizar saat membacakan surat dakwaan di PN Surabaya Rabu (27/11/2019) lalu.

Atas perbuatannya, Susi didakwa Pasal 28 ayat (2) Jo. Pasal 45A ayat (2) UU No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik. Mendengar dakwaan tersebut, melalui kuasa hukumnya, Mak Susi mengajukan eksepsi. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved