PENGAKUAN Dua Pria Surabaya Curi Besi Rel Kereta Api di Gudang Dipo Lokomotif Sidotopo

Dua pemuda asal Surabaya ketahuan mencuri sebuah potongan besi rel kereta api di gudang Dipo Lokomotif Sidotopo Surabaya, Minggu (5/1/2020).

TRIBUNJATIM.COM/FIRMAN RACHMANUDIN
Dua pemuda asal Surabaya ketahuan mencuri sebuah potongan besi rel kereta api di gudang Dipo Lokomotif Sidotopo Surabaya, Minggu (5/1/2020) sekitar pukul 12.15 WIB. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dua pemuda asal Surabaya ketahuan mencuri sebuah potongan besi rel kereta api di gudang Dipo Lokomotif Sidotopo Surabaya, Minggu (5/1/2020) sekitar pukul 12.15 WIB.

Kedua pemuda itu bernama Safi'i (25) warga Kedungmangu Surabaya dan Jalam Adi Putra (19) warga Wonokusumo Jaya Surabaya.

Minimnya pengawasan ditengarai menjadi salah satu faktor seringnya pencurian potongan besi di kawasan tersebut.

Kedai Kopi di Malang Dibobol Maling, Pelaku Diduga Melancarkan Aksi Sekitar Pukul 03.00 WIB

Waspada DBD, Ini yang Disarankan Dinas Kesehatan Kota Malang, Lebih Penting untuk Mencegah

Bahkan, dari hasil interogasi, kedua tersangka itu sudah dua kali beraksi sebelum akhirnya terpergok warga sekitar dan meneriakinya maling.

"Hasil interogasi memang sudah dua kali. Ketiga ini tertangkap warga. Kebetulan ada Anggota Kring Serse Polsek Simokerto di sekitar lokasi mendengar teriakan warga itu dan kami amankan keduanya ke mapolsek berikut barang buktinya," terang Kanit Reskrim Polsek Simokerto, Ipda Sutrisno, Rabu (8/1/2020).

Modus Bisnis Jual Beli HP Tawarkan Keuntungan, Terdakwa Fajar Tipu Teman Sendiri hingga Rp 550 Juta

Sensasi Menyantap Hidangan Pasta Kocok di Dalam Gelas ala Lumer Pasta Royal Plaza Surabaya

Tak ada cara khusus bagi para pelaku untuk lakukan pencurian.

"Saya hanya datang ke gudang,terus langsung ambil saja relnya itu. Naik motor ditaruh tengah. Sudah. Setelah itu langsung saya jual ke tukang rombeng," aku Safi'i.

Uang hasil penjualan barang curian itu diakui keduanya untuk kebutuhan sehari-hari dan beberapa sisanya dipakai untuk berpesta miras.

"Jualnya kadang 150 kadang 200 tergantung berat sama panjangnya," pungkas pelaku.

Bupati Sidoarjo Terjaring OTT KPK, Solidaritas Mahasiswa Sidoarjo: Kami Sedih Sekaligus Senang

Korban Penipuan Properti Syariah Surabaya, Anggota Multazam Sudah PPJB di Notaris Kusrini Purwijanti

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved